Berita Lampung

Netty Budiman Raih Omzet Puluhan Juta dari Deandra Batik, Harga Tergantung Kerumitan

Menurut Netty, harga batik tulis bukan sekadar angka, melainkan bentuk penghargaan terhadap proses dan jerih payah para perajin.

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
BATIK - Netty Budiman saat memamerkan kain batik miliknya di galeri Deandra Batik di Jl. Garuda, Beringin Raya, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Netty Budiman raih omzet puluhan juta dari Deandra Batik.
  • Deandra Batik konsisten memberdayakan masyarakat sekitar, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak putus sekolah.
  • Dalam sebulan, Deandra Batik bisa menjual sekitar 200 hingga 400 kain, dengan omzet mencapai Rp 60 juta hingga Rp 75 juta per bulan.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Di balik lembaran kain batik tulis yang indah, tersimpan proses panjang, ketelitian tinggi, dan sentuhan tangan-tangan terampil. 

Hal inilah yang selalu ditekankan oleh Netty Budiman, owner Deandra Batik, dalam menentukan harga setiap karyanya.

Menurut Netty, harga batik tulis bukan sekadar angka, melainkan bentuk penghargaan terhadap proses dan jerih payah para perajin.

“Batik tulis itu kita hargai karena kita menghargai hasil kerja kita sendiri. Setiap kain punya tingkat kesulitan dan kerapihan yang berbeda,” ujarnya Sabtu (14/2/2026).

Di Deandra Batik, harga dibanderol mulai dari Rp 300.000 hingga mencapai Rp 2 juta sampai Rp.3 jutaan, tergantung tingkat kerumitan motif dan detail pengerjaannya. 

Baca juga: Ada Kebijakan Kamis Beradat, Setiap Hari Kamis ASN Wajib Pakai Batik Lampung

Semakin unik dan sulit proses produksinya, semakin tinggi pula nilai jualnya, sebab untuk motifnya sangat ekslusif.

Untuk harga Rp.300.000, pembeli sudah mendapatkan satu bahan batik tulis berukuran 2,25 meter dengan lebar 1,15 meter. 

Harga tersebut merupakan kategori paling terjangkau untuk batik tulis di Deandra.

Menariknya, satu bahan batik tulis sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu dua hari dan sudah siap jual. 

Namun karena Deandra Batik memiliki 50 orang tim produksi, dalam sehari mereka mampu menghasilkan 10 hingga 20 lembar kain.

Dalam sebulan, Deandra Batik bisa menjual sekitar 200 hingga 400 kain, dengan omzet mencapai Rp 60 juta hingga Rp 75 juta per bulan.

Tak hanya fokus pada bisnis, Netty juga konsisten memberdayakan masyarakat sekitar, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak-anak putus sekolah.

Awalnya, tidak mudah mengajak mereka beralih profesi menjadi pembatik. Banyak yang ragu karena sudah terbiasa bekerja sebagai pencuci dan penyetrika dengan penghasilan yang bisa dihitung pasti setiap hari.

“Mereka sempat menghitung-hitung, berapa sih hasilnya kalau membatik? Tapi Alhamdulillah ternyata di sini lebih menjanjikan,” kata Netty.

Semua pekerja diajarkan dari nol hingga mahir. Setelah benar-benar bisa dan rapi dalam membatik, barulah mereka resmi diberdayakan sebagai bagian dari tim produksi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved