Berita Lampung
DPRD Minta Evaluasi Seluruh SPPG Imbas Ratusan Murid di Bandar Lampung Keracunan MBG
Ada tiga sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala serupa. Yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- DPRD Bandar Lampung minta seluruh SPPG dievaluasi imbas ratusan murid diduga keracunan MBG.
- Evaluasi terutama pada standar sanitasi, kualitas bahan baku makanan, dan rantai distribusi.
- Bahkan DPRD meminta hentikan sementara sebelum penyebab para murid keracunan belum diketahui.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - DPRD Bandar Lampung minta evaluasi seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) imbas ratusan murid diduga keracunan Makan Begizi Gratis (MBG).
Ada tiga sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala serupa. Yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.
"Kami meminta evaluasi menyeluruh terhadap SPPG di Kota Bandar Lampung," ujar Ketua Komisi IV Asroni Paslah, Selasa (17/2/2026).
Terutama, lanjut dia, terkait dengan standar sanitasi, kualitas bahan baku makanan, dan rantai distribusi yang harus dijaga dengan ketat.
Ditambahkan Asroni, berdasar informasi yang dia dapat, yang diduga mengalami keracunan tidak hanya murid. Melainkan juga guru dan wali murid/orang tua.
Baca juga: Ratusan Siswa di Bandar Lampung Diduga Keracunan MBG, Dinkes Tunggu Hasil Lab
Asroni pun mendesak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan segera melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga terkontaminasi. Tujuannya untuk menemukan penyebab pasti keracunan.
Bahkan dia minta MBG dihentikan sementara sampai ada klarifikasi teknis tentang penyebab indsiden tersebut.
Ia meminta Pemkot Bandar Lampung meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait, guna memperketat pengawasan terhadap kualitas dan keamanan gizi yang diberikan kepada siswa di sekolah.
"Program yang bertujuan baik ini tidak boleh tercoreng oleh kelalaian. Jika ada kesalahan, harus segera diperbaiki. Jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas!," tukas Asroni Paslah.
Pihaknya juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada orang tua siswa. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan lebih lanjut.
DPRD Kota Bandar Lampung juga siap memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah dan instansi teknis untuk memastikan bahwa keamanan pangan di sekolah dapat terjaga dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyedia jasa makanan terkait.
Investigasi ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dari keracunan massal tersebut, sementara para korban terus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis setempat.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait, agar lebih berhati-hati dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak. Terlebih dalam program yang bertujuan untuk mendukung gizi dan kesehatan siswa.
Orang Tua Juga Ada yang Bernasib Sama
Ratusan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket makanan dari Program MBG pada Rabu (13/2/2026).
| Sudah 5 Kali Beraksi, Komplotan Pencuri Kabel PLN Ditangkap Polisi di Pringsewu |
|
|---|
| Polisi Duga Mobil di Metro Timur Dibakar Orang Tak Dikenal |
|
|---|
| Belum Tuntas, 50 Karung Bangkai Kelelawar Masih Tersisa di Gedung Walet |
|
|---|
| Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Saksi dan Bukti dalam Kasus Kematian Pelajar di Bekri |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung 24 April 2026, Hujan Berpotensi Terjadi di Banyak Wilayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/DPRD-minta-evaluasi-seluruh-SPPG-imbas-ratusan-murid-di-Bandar-Lampung-keracunan-MBG.jpg)