Berita Lampung

Polisi Masih Kumpulkan Keterangan Saksi dan Bukti dalam Kasus Kematian Pelajar di Bekri

Korban diketahui bernama Rafli Lian Saputra (17), warga Dusun Tulung Melati 2, Kampung Kesumajaya, Kecamatan Bekri. 

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
MASIH DISELIDIKI - Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Devrat Aplia Arfan. Polres Lampung Tengah melakukan evakuasi dan penyelidikan kasus jasad pelajar remaja laki-laki di aliran rawa kawasan perkebunan PTPN VII, Kampung Sinar Banten, Minggu (19/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti terkait kematian pelajar Rafli (17) yang ditemukan di rawa Bekri. 
  • Korban diduga mengalami kecelakaan saat mengendarai motor hingga terjatuh ke aliran rawa. 
  • Namun, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum memastikan penyebab pasti, termasuk kemungkinan adanya faktor lain di balik kejadian tersebut.

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Kepolisian Resor Lampung Tengah masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri bukti-bukti di lokasi terkait kasus kematian seorang pelajar yang ditemukan tewas di aliran rawa kawasan perkebunan PTPN VII, Kampung Sinar Banten, Kecamatan Bekri. 

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan secara utuh kronologi kejadian sekaligus mengungkap penyebab pasti kematian korban yang hingga kini belum dapat disimpulkan.

Korban diketahui bernama Rafli Lian Saputra (17), warga Dusun Tulung Melati 2, Kampung Kesumajaya, Kecamatan Bekri. 

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Devrat Aolia Arfan, mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan terkait peristiwa tersebut. 

Polisi belum dapat memastikan apakah kejadian itu murni kecelakaan atau ada faktor lain yang turut berperan. 

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk kemungkinan kecelakaan tunggal di lokasi kejadian,” ujar Devrat saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula pada Sabtu malam (18/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB ketika saksi Farid Nizar bersama sejumlah rekannya tengah berkumpul di wilayah Bekri. 

Saat itu, korban yang melintas seorang diri sempat mengingatkan adanya potensi bentrokan di jalan, sehingga mereka memutuskan untuk meninggalkan lokasi.

Namun saat melintas di tikungan wilayah Sumber Rejo, Kampung Sinar Banten, korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi diduga kehilangan kendali. 

Kendaraan yang dikendarainya keluar jalur dan terjatuh di dekat gorong-gorong yang terhubung dengan aliran rawa. 

“Saat saksi kembali ke lokasi, ditemukan sepeda motor korban dalam kondisi terbalik dan tersangkut di pohon sawit. Namun korban tidak berada di sekitar lokasi,” jelas Devrat.

Sepeda motor tersebut kemudian diamankan oleh saksi ke depan Masjid Baiturrahman sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau rekan korban. 

Pencarian terhadap korban pun dilanjutkan pada Minggu malam (19/4/2026) dengan menyisir area sekitar gorong-gorong menggunakan senter.

Dalam proses pencarian, saksi dan rekannya melihat sosok yang diduga manusia di dalam aliran rawa. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved