Berita Lampung

Sudah 5 Kali Beraksi, Komplotan Pencuri Kabel PLN Ditangkap Polisi di Pringsewu

AI tak hanya berperan sebagai pelaku, tetapi juga menjadi bagian penting dari komplotan spesialis pencuri kabel listrik milik PLN

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Polres Pringsewu
DIRINGKUS - Satreskrim Polres Pringsewu meringkus seorang anggota komplotan pencuri kabel saat sedang bekerja di sebuah kafe, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Bandar Lampung. 

 

Ringkasan Berita:
  • AI (41), penjaga kafe di Bandar Lampung, ditangkap polisi
  • Diduga anggota komplotan pencuri kabel PLN
  • Sudah 5 kali beraksi di wilayah Pringsewu

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – AI tak hanya berperan sebagai pelaku, tetapi juga menjadi bagian penting dari komplotan spesialis pencuri kabel listrik milik PLN yang telah beraksi berulang kali. 

Pria berinisial AI (41), yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kafe di Kota Bandar Lampung, tercatat sudah lima kali terlibat pencurian di wilayah Kabupaten Pringsewu

Ia ditangkap aparat Satreskrim Polres Pringsewu saat sedang bekerja pada Rabu malam (22/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, mengungkap sisi lain dari aktivitas kriminal terorganisir yang selama ini meresahkan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali, menjelaskan bahwa AI merupakan bagian dari komplotan berjumlah enam orang yang memiliki peran masing-masing dalam setiap aksi. 

“Di Pringsewu, tersangka bersama komplotannya beraksi di sedikitnya lima lokasi,” ujar Rosali mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra, Kamis (23/4/2026). 

Adapun lokasi yang menjadi target antara lain gardu PLN STM YPT Pringsewu, gardu listrik Ambarawa dekat Gereja Krasulan, gardu PLN jalur dua Pekon Bulukarto, gardu PLN Pekon Klaten, hingga gardu PLN di sekitar Puskesmas Gading Rejo.

Aksi para pelaku tergolong nekat karena tidak mengenal waktu. 

Mereka kerap beroperasi baik pada malam hari maupun siang hari. 

Salah satu kejadian bahkan sempat dipergoki warga, direkam, dan menyebar luas di media sosial sehingga menarik perhatian publik.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan bahwa kelompok ini memiliki sistem kerja yang terstruktur, mulai dari memotong kabel, menarik, hingga menjual hasil curian. 

Dalam hal ini, AI diketahui berperan membantu proses penarikan dan pengangkutan kabel dari lokasi kejadian.

Fakta lain yang terungkap, sebelum melakukan aksi, para pelaku kerap menggelar pesta sabu untuk meningkatkan keberanian. 

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa tindakan mereka dilakukan secara sadar dan terencana.

Sementara itu, lima anggota komplotan lainnya telah lebih dulu diamankan oleh aparat Polsek Tanjung Bintang dan kini tengah menjalani proses hukum. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved