Berita Lampung

Kemunculan 2 Pemuda Tampan Berwajah Arab di Vihara Lampung Curi Perhatian

Kedua pemuda bernama Ahmad O Almiawi dan Mahmoud Q itu rupanya merupakan mahasiswa Univeritas Pertahanan (Unhan) asal Palestina.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
CURI PERHATIAN - Dua mahasiswa Univeritas Pertahanan (Unhan) asal Palestina bernama Ahmad O Almiawi dan Mahmoud Q mencuri perhatian dalam perayaan Imlek di Vihara Amurwa Bhumi Graha, Bandar Lampung, Selasa (17/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ada pemandangan menarik di balik perayaan Imlek di Vihara Amurwa Bhumi Graha, Bandar Lampung, Selasa (17/2/2026). 

Kemunculan dua pemuda berwajah Arab di sana mencuri perhatian. 

Ditambah lagi, mereka mengenakan seragam loreng warna hijau yang biasa dikenakan prajurit TNI. 

Kedua pemuda bernama Ahmad O Almiawi dan Mahmoud Q itu rupanya merupakan mahasiswa Univeritas Pertahanan (Unhan) asal Palestina

Dengan wajah tampan khas Timur Tengah, keduanya sukses menyedot perhatian warga. 

Tidak sedikit warga, khususnya kaum ibu-ibu, yang meminta berfoto bersama. 

Selama acara berlangsung, Ahmad dan Mahmoud tampak aktif berinteraksi dengan warga. 

Mereka ikut serta dalam beberapa prosesi tradisional seperti tarian barongsai dan pembagian angpau.

Mereka mengungkapkan kekaguman terhadap budaya Tionghoa yang kaya akan simbolisme dan makna dalam setiap ritual yang dilakukan. 

Kehadiran kedua mahasiswa ini tidak hanya mempererat hubungan antarbangsa, tetapi juga memperlihatkan betapa pentingnya saling pengertian dan penghormatan antarbudaya di tengah keberagaman yang ada di Indonesia.

Eva Tinjau Imlek

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau pelaksanaan ibadah Imlek di Vihara Amurwa Bhumi Graha, Telukbetung, Bandar Lampung, Selasa (17/2/2026). 

Dalam kesempatan itu, ia ditemani anggota DPR RI Sudin dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. 

Eva disambut dengan hangat oleh pemuka agama Buddha, Rohaniwan Virya Parama. 

Kepada etnis Tionghoa di Bandar Lampung, Eva menyampaikan ucapan selamat merayakan Imlek

Dia pun mengajak warga menjadikan Imlek sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

"Selamat Tahun Baru Imlek 2026, Gong Xi Fa Cai. Semoga di Tahun Kuda Api ini membawa semangat, keberanian, dan energi positif bagi kita semua untuk terus membangun Kota Bandar Lampung yang kita cintai," ujar Eva.

Eva mengatakan, Tahun Kuda Api melambangkan semangat yang menyala, kerja keras, serta tekad kuat dalam menghadapi tantangan. 

Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Eva juga menegaskan komitmen Pemkot Bandar Lampung dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. 

Ia menyebut, keberagaman budaya dan tradisi yang ada merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia yang harus terus dirawat.

"Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi. Semoga Imlek tahun ini membawa kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat," katanya.

Ia pun berharap roda perekonomian di Bandar Lampung semakin bergerak positif pada 2026, seiring dengan semangat baru di Tahun Kuda Api. 

Pemkot akan terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM, pariwisata, serta pelayanan publik yang lebih baik lagi.

Di akhir pesannya, Eva mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas sosial demi mewujudkan Bandar Lampung yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi semua.

Simbol Percepatan

Sementara itu, Rohaniwan Virya Parama menegaskan bahwa semangat Imlek bukan hanya milik umat Buddha atau Konghucu, melainkan milik seluruh warga.

"Imlek adalah momentum berbagi dan memperkuat persaudaraan. Kebahagiaan di tahun baru seharusnya dirasakan semua kalangan tanpa memandang latar belakang," ujar Virya.

Sebagai wujud nyata, pihak vihara membagikan angpau dan paket sembako kepada warga sekitar, mulai dari petugas kebersihan hingga masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar vihara.

Virya menjelaskan, terdapat filosofi mendalam yang relevan bagi masyarakat Lampung di Tahun Kuda Api.

Menurutnya, kuda melambangkan kebebasan, kemandirian, dan keberanian dalam melangkah. Sementara elemen api menggambarkan energi, semangat, dan aura positif yang menyala.

"Kuda Api adalah simbol percepatan. Tahun ini menjadi momentum kebangkitan, terutama dalam bidang usaha dan karier. Energi api memberi dorongan kuat untuk berani mengambil peluang," jelasnya.

Ia berharap semangat Kuda Api mampu membangun kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan ekonomi, sehingga tercipta harmoni dan stabilitas di seluruh Nusantara.

Virya menilai Tahun Kuda Api berpotensi membawa pergerakan ekonomi yang lebih dinamis di Bandar Lampung.

Karakter kuda yang aktif dan progresif dinilai selaras dengan semangat pelaku UMKM dan pedagang lokal.

"Energi Kuda Api mendorong keberanian berinovasi. Bagi pelaku usaha di Bandar Lampung, ini waktu yang baik untuk ekspansi dan memperluas jaringan," katanya.

Momentum Imlek sendiri turut memberi dampak ekonomi, terutama pada sektor perdagangan, kuliner, hingga pasar tradisional seperti Pasar Gudang Lelang yang sebelumnya juga dikunjungi pihak vihara untuk berbagi dengan para pedagang.

Ia menambahkan, jika semangat kerja keras dan kolaborasi terus dijaga, perputaran ekonomi daerah dapat meningkat dan membawa kesejahteraan lebih merata.

Secara umum, Tahun Kuda Api membawa energi kompetitif dan penuh semangat.

Namun, tiap shio memiliki dinamika berbeda.

Shio Kuda diprediksi mengalami peningkatan kepercayaan diri dan peluang karier, namun tetap perlu menjaga emosi.

Shio Macan dan Anjing cenderung harmonis dengan energi Kuda, berpeluang meraih kemajuan signifikan.

Shio Tikus perlu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Shio Kerbau disarankan lebih fleksibel menghadapi perubahan cepat.

Shio Naga dan Ular berpotensi mendapatkan peluang besar jika mampu mengendalikan ambisi.

"Intinya, Kuda Api membawa energi besar. Tinggal bagaimana setiap pribadi mengelola semangat itu agar tidak menjadi api yang membakar, melainkan cahaya yang menerangi," beber Virya.

Meski tanpa hiburan barongsai tahun ini, kata Virya, perayaan Imlek tetap menitikberatkan pada sembahyang leluhur dan penguatan nilai tradisi.

"Imlek bukan sekadar perayaan meriah, tetapi momentum refleksi diri dan mempererat hubungan antargenerasi," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved