Berita Lampung
Minyakita Langka, DKP Pesawaran Duga Pasokan Stok Terbatas
Minyakita mengalami kelangkaan dan harga per liternya tembus hingga Rp 19.000 per liter, hanya sehari menjelang bulan Ramadan
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- Minyakita langka dan harganya tembus Rp 19.000 per liter di Pasar Gedong Tataan, Pesawaran, satu hari jelang Ramadan.
- Kelangkaan ini mendapatkan tanggapan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto.
- Hendra menjelaskan bahwa kelangkaan diduga akibat terbatasnya pasokan stok Minyakita di pasaran
Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Minyakita mengalami kelangkaan dan harga per liternya tembus hingga Rp 19.000 per liter, hanya sehari menjelang bulan Ramadan, di Pasar Gedong Tataan, Pesawaran.
Kelangkaan dan lonjakan harga Minyakita ini mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto.
Menurutnya, kelangkaan tersebut diduga disebabkan oleh terbatasnya pasokan stok Minyakita di pasaran.
“Kalau langka mungkin karena stok yang masuk memang terbatas, tapi untuk harga Minyakita masih dalam HET,” ujar Hendra kepada Tribun Lampung, Rabu (18/2/2026).
Ia menegaskan, secara umum harga Minyakita di tingkat pengecer masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Sosok Santri yang Meninggal Tertabrak Mobil saat Lari Menyeberang Tol di Lampung
Pihaknya juga terus melakukan pemantauan guna memastikan harga tetap terkendali di lapangan.
Sebelumnya, pedagang di Pasar Gedong Tataan mengaku stok Minyakita sulit didapat dalam sepekan terakhir.
Pasokan yang masuk disebut sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.
Ade, salah satu pedagang, mengatakan terakhir hanya menerima lima dus Minyakita dari distributor.
Stok tersebut langsung habis dalam waktu singkat karena tingginya permintaan.
Dari sisi harga, Minyakita yang sebelumnya dijual Rp 16.500 per liter kini berada di kisaran Rp17.500 per liter.
Kenaikan itu dipicu terbatasnya pasokan, meski secara umum pedagang menyebut harga masih dalam batas yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu Novi, warga Desa Gedong Tataan mengaku menggunakan minyak goreng merek Minyakita karena harganya lebih murah.
Selain itu sebelum langka seperti saat ini, Minyakita masih mudah ditemui di kios-kios dekat rumah.
“Karena, sudah langka akhirnya saya beralih menggunakan migor dengan merek lain,” pungkas Novi.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| Harga Kedelai Naik, Perajin di Bandar Lampung Pilih Perkecil Ukuran Tempe |
|
|---|
| Efektivitas Program Desaku Maju Dipertanyakan, Pemprov Lampung Klaim Hasil Mulai Terlihat |
|
|---|
| Pemprov Lampung Targetkan Pupuk Organik Cair Menyebar hingga 800 Tiitk |
|
|---|
| Pemprov Lampung Target Bed Dryer di 82 Lokasi |
|
|---|
| Curhat Perajin Tempe di Bandar Lampung Imbas Harga Kedelai dan Plastik Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/LANGKA-Kepala-Dinas-Ketahanan-Pangan-DKP.jpg)