Berita Lampung

Distribusi Minyakita dan Beras SPHP Akan Diperbanyak di Pasar Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan

Menurut Hendra, langkah penambahan distribusi ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan pemerataan pasokan bahan pokok semakin optimal.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/DKP Pesawaran.
BAHAN POKOK - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pesawaran Hendra Sulistianto saat memantau harga bahan pokok di Pasar Sukaraja, Gedong Tataan, Senin (23/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Distribusi Minyakita dan beras SPHP dilakukan di Pasar Sukaraja, Gedong Tataan.
  • Disampaikan Kepala DKP Pesawaran, Hendra Sulistianto.
  • Bertujuan mengoptimalkan ketersediaan dan pemerataan pasokan.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Distribusi Minyakita dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan diperbanyak di Pasar Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto.

Menurut Hendra, langkah penambahan distribusi ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan pemerataan pasokan bahan pokok semakin optimal di tengah masyarakat. 

Selain itu, pihaknya juga berencana menambah jumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di Pasar Sukaraja untuk memperkuat jaringan distribusi serta menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Saat ini, Pasar Sukaraja baru memiliki tiga RPK. Dengan adanya penambahan tersebut, diharapkan distribusi bahan pangan bersubsidi dapat berjalan lebih lancar dan mampu menekan potensi kenaikan harga di pasaran.

Penambahan titik distribusi tersebut diprioritaskan untuk komoditas strategis seperti Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar ketersediaan dan pemerataan pasokan semakin optimal.

Hendra mengatakan, kebijakan itu diambil setelah dilakukan pemantauan harga bersama Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas), Unit Tipidter Polres Pesawaran, dan UPTD Pasar Sukaraja pada Senin (23/2/2026).

“Secara umum harga bahan pokok di Pasar Sukaraja masih stabil dan sesuai ketentuan. Namun untuk memperkuat distribusi, terutama Minyakita dan beras SPHP, kami akan menambah jumlah RPK,” kata Hendra kepada Tribun Lampung, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium tercatat Rp 13.500 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Minyakita dijual Rp 15.700 per liter sesuai HET.

Untuk komoditas lainnya, cabai merah keriting berada di angka Rp 35.000 per kilogram atau di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP). 

Cabai rawit merah tercatat Rp 60.000 per kilogram dan menjadi satu-satunya komoditas yang berada di atas HAP, dipengaruhi curah hujan di daerah produsen dan belum masuk masa panen raya.

Bawang merah dijual Rp 40.000 per kilogram sesuai HAP, sedangkan bawang putih Rp 35.000 per kilogram atau di bawah HAP. 

Telur ayam ras berada di angka Rp 28.500 per kilogram dan daging ayam Rp 35.000 per kilogram, keduanya di bawah HAP.

Sementara itu, daging sapi dijual Rp 140.000 per kilogram sesuai HAP. Gula pasir berada di harga Rp 17.500 per kilogram sesuai HAP.

Hendra menegaskan, secara keseluruhan kondisi harga pangan di Pesawaran masih terkendali. 

Penambahan RPK dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau dan pasokan yang cukup. Pengawasan akan terus kami lakukan bersama Satgas Saber agar stabilitas harga tetap terjaga hingga Idul Fitri,” pungkasnya

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved