Berita Lampung

Sepanjang 2026, Bandar Lampung Dilanda 51 Kali Banjir dan 7 Longsor

Idham menjelaskan, sepanjang 2025 lalu, BPBD Bandar Lampung mencatat total 285 kejadian banjir dan 53 tanah longsor.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
BANJIR DAN LONGSOR - Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra menyebutkan, ada 51 kejadian banjir sepanjang Januari 2026 dan tujuh peristiwa tanah longsor pada Februari 2026. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung mencatat sebanyak 51 kejadian banjir sepanjang Januari 2026 dan 7 peristiwa tanah longsor pada Februari 2026.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan evakuasi banjir dan longsor selama awal 2026.

"Untuk Januari 2026 tercatat 51 kejadian banjir. Sementara Februari terdapat 7 kejadian tanah longsor. Kami masih terus melakukan pendataan," ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, tingginya curah hujan yang disertai angin kencang menjadi faktor utama meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Bandar Lampung pada awal tahun ini.

Idham menjelaskan, sepanjang 2025 lalu, BPBD Bandar Lampung mencatat total 285 kejadian banjir dan 53 tanah longsor.

Dari 285 kejadian banjir atau genangan air tersebut, kasus terbanyak terjadi pada Februari 2025 dengan 111 titik genangan.

Sedangkan kejadian tanah longsor paling banyak terjadi pada Februari dan April 2025, masing-masing sekitar 15 peristiwa.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Idham mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras dan angin kencang.

Masyarakat juga diminta menjauhi papan reklame, baliho, maupun konstruksi besi yang terlihat rapuh.

"Bagi pengendara motor, lebih baik menepi dan meneduh di tempat yang aman apabila hujan lebat dan angin kencang terjadi," imbuhnya.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan saluran drainase di sekitar rumah tidak tersumbat guna meminimalkan potensi banjir.

Ia juga mengimbau warga untuk memantau informasi cuaca resmi serta segera melaporkan kejadian darurat ke call center BPBD atau instansi terkait di Kota Bandar Lampung.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung siaga 24 jam dengan mengerahkan tim satuan tugas (satgas) terpadu yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pekerjaan Umum.

"Alhamdulillah, kami bersinergi menangani setiap laporan bencana yang masuk," tukasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved