Mudik Lebaran

Mudik Lebaran 2026, Bakauheni Operasikan 7 Dermaga dan 68 Kapal

Kepala BPTD Kelas II Lampung Jonter Sitohang mengatakan, Pelabuhan Bakauheni merupakan simpul utama penghubung lintas Sumatera dan Jawa.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
RAKOR MUDIK - Kepala BPTD Kelas II Lampung Jonter Sitohang seusai menghadiri rapat koordinasi di Mapolda Lampung, Jumat (27/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung memastikan sektor pelabuhan, terminal, hingga jalan nasional sudah siap menghadapi Angkutan Lebaran 2026.

Kepala BPTD Kelas II Lampung Jonter Sitohang mengatakan, Pelabuhan Bakauheni merupakan simpul utama penghubung lintas Sumatera dan Jawa.

Pada musim mudik Lebaran 2026, kapasitas penyeberangan ditingkatkan dengan mengoperasikan 7 dermaga dan 68 kapal.

"Pola operasi normal ditetapkan 4 kapal per dermaga dengan kapasitas angkut harian sekitar 22 ribu kendaraan kecil," kata Jonter seusai menghadiri rapat koordinasi di Mapolda Lampung, Jumat (27/2/2026).

Jonter mengatakan, pihaknya juga menyiapkan pola operasi khusus untuk percepatan layanan penyeberangan.

"Untuk pola operasi khusus angkutan Lebaran akan disusun bersama stakeholder terkait, termasuk skema percepatan melalui pola tiba-bongkar-berangkat (TBB)," beber Jonter.

Sebagai langkah kontingensi untuk mengurai kepadatan, pelabuhan pendukung turut dioptimalkan.

"Untuk mengurai kepadatan, kami juga mengoptimalkan pelabuhan pendukung seperti Pelabuhan BBJ Muara Pilu serta Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton sebagai langkah kontingensi," jelasnya.

Dari sisi infrastruktur jalan nasional, BPTD telah melakukan pengecekan menyeluruh.

Kesiapan rambu, marka, dan perlengkapan jalan dipastikan aman di 65 ruas nasional di Provinsi Lampung.

"Pengecekan mencakup 10.054 unit rambu-rambu dan 1.057.179 meter marka jalan. Selain itu, terdapat 4.065 meter guardrail yang telah diperiksa bersama Ditjen Bina Marga dan Kepolisian," terang Jonter.

BPTD juga memanfaatkan teknologi untuk pemantauan arus lalu lintas secara langsung.

"Kami juga memanfaatkan CCTV yang terhubung dengan Pusdatin Kemenhub untuk pemantauan arus secara realtime," tambahnya.

Pihak BPTD juga mengantisipasi kelelahan pengemudi dengan menyediakan rest area khusus.

"Selain itu, UPPKB Way Urang difungsikan sebagai rest area tambahan untuk mengurangi kelelahan pengemudi," paparnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved