Berita Lampung
Timur Tengah Memanas, Disnaker Pastikan Tak Ada PMI Asal Lampung yang Bekerja di Iran
Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu memastikan tidak ada satupun PMI Lampung yang berada di negara Iran.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu memastikan tidak ada satupun PMI Lampung yang berada di negara Iran.
- Berdasarkan data Disnaker, sebaran PMI asal Lampung di wilayah terdampak meliputi, Turki 187 orang, Arab Saudi 169 orang, Uni Emirat Arab 119 orang, Kuwait 46 orang.
- Sisanya, Agus menyebut PMI Lampung tersebar di Bahrain, Qatar, Oman, Yordania, hingga Azerbaijan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung terus memantau kondisi ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung yang tersebar di kawasan Timur Tengah imbas konflik militer Iran dengan Amerika-Israel.
Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu mengungkapkan, berdasarkan data terbaru 2026, tercatat sekitar 580 pekerja migran asal Lampung yang saat ini mengais rezeki di negara-negara Timur Tengah.
Akan tetapi, Agus memastikan tidak ada satupun PMI Lampung yang berada di negara Iran.
"Hingga saat ini, data kami menunjukkan tidak ada pekerja migran asal Lampung yang berada di Iran," ujar Agus Nompitu saat diwawancara, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan data Disnaker, sebaran PMI asal Lampung di wilayah terdampak meliputi, Turki 187 orang, Arab Saudi 169 orang, Uni Emirat Arab 119 orang, Kuwait 46 orang.
Baca juga: Trump Tak Peduli Korban Jiwa Bakal Banyak Berjatuhan, Serangan ke Iran Berlanjut
Sisanya, Agus menyebut PMI Lampung tersebar di Bahrain, Qatar, Oman, Yordania, hingga Azerbaijan.
Agus mengatakan bahwa tahun 2026 sendiri ada penambahan PMI Lampung yang bekerja di Timur Tengah, namun tak satupun yang menuju ke negara Iran.
"Untuk data tahun 2026 sendiri, ada penambahan sekitar 35 orang yang berangkat ke Turki, Arab Saudi, UEA, dan Kuwait. Namun kembali ditegaskan, tidak ada yang masuk ke wilayah Iran," tambahnya.
Terkait kekhawatiran serangan balik atau dampak perang di negara sekitar seperti UEA, Kuwait, dan Bahrain, Agus memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan BP3MI Lampung dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI).
Hingga saat ini, Agus menyebut belum ada laporan mengenai warga Lampung yang mengalami kendala keselamatan atau kerugian akibat situasi keamanan di sana.
"Kami terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu. Saat ini memang ada pembatasan-pembatasan tertentu yang dilakukan otoritas setempat demi keamanan para pekerja migran kita," jelasnya.
Menanggapi kecemasan keluarga PMI di kampung halaman, Agus Nompitu meminta agar masyarakat tidak panik secara berlebihan.
Ia mengimbau keluarga untuk tetap menjalin komunikasi rutin dengan anggota keluarga di luar negeri dan melaporkan jika ada kendala.
"Percayakan kepada pemerintah. Kita sudah memiliki kementerian khusus yang mendapatkan tugas dari Presiden untuk perlindungan pekerja migran. Kami berharap saudara-saudara kita di sana tetap terlindung dan tidak terdampak peperangan," kata Agus.
Jika situasi memburuk atau masuk kategori crowded (darurat), Agus menjelaskan bahwa mekanisme evakuasi sudah disiapkan oleh pemerintah pusat.
"Jika situasi parah, tentu akan ada evakuasi. Opsinya bisa dipulangkan ke tanah air atau dipindahkan sementara ke wilayah negara yang lebih aman. Kita tunggu perkembangan selanjutnya," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Perlintasan Sebidang Jadi Titik Rawan di Lampung, Hingga April Ada Sembilan Kecelakaan |
|
|---|
| Polisi Bagikan Air Mineral ke Peserta Aksi Hari Buruh di Bandar Lampung |
|
|---|
| Tidak Berdasar Dua Alat Bukti, Penetapan Tersangka Arinal Djunaidi Dianggap Tidak Sah |
|
|---|
| Arinal Djunaidi Tidak Bercampur dengan Tahanan Lain Selama 1 Minggu ke Depan |
|
|---|
| Camat TkP Gandeng BPN, Bahas Dugaan Penyerobotan Tanah di Gotong Royong Bandar Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Disnaker-Pastikan-Tak-Ada-PMI-Asal-Lampung-yang-Bekerja-di-Iran.jpg)