Berita Lampung

Kuliah Studi Agama-Agama UIN Raden Intan Lampung Belajar Mediasi Konflik Keagamaan

Ahmad Muttaqin sebagai Kepala Program Studi Agama-Agama menegaskan bahwa fondasi keilmuan menjadi kunci.

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
KULIAH - Jajaran dosen dan mahasiswa Jurusan Agama-Agama UIN Raden Intan Lampung saat berfoto berasama pada Selasa (3/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jurusan Agama-Agama sebagai salah satu prodi yang telah lama berdiri di UIN Raden Intan Lampung.
  • Fondasi keilmuan menjadi kunci sebelum mahasiswa masuk pada kajian agama-agama tertentu.
  • Salah satu mata kuliah yang dinilai unik adalah Resolusi Konflik, mahasiswa belajar mediasi konflik keagamaan.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Ahmad Muttaqin tampak duduk santai sembari memaparkan dengan penuh ketenangan tentang makna dan ruang lingkup Jurusan Agama-Agama UIN Raden Intan Lampung, Selasa (3/3/2026). 

Ahmad Muttaqin sebagai Kepala Program Studi Agama-Agama menegaskan bahwa fondasi keilmuan menjadi kunci sebelum mahasiswa masuk pada kajian agama-agama tertentu.

“Mahasiswa tidak langsung belajar agama Islam, Kristen, Hindu, atau Buddha. Mereka harus memahami teori dan pendekatan dasarnya terlebih dahulu,” ujarnya Selasa (3/3/2026)

Kemudian meningkat ke mata kuliah berbasis keprodian dimulai sejak semester dua. 

Saat semester dua, mahasiswa terlebih dahulu dibekali mata kuliah dasar seperti Teori Sosial Keagamaan, Sosiologi Agama, Fenomenologi Agama, Antropologi Agama, Sejarah Agama-Agama, hingga Filsafat Agama.

Baca juga: Momen Ramadan, Warek II UIN RIL Ingatkan Pentingnya Teladani Rasulullah SAW

Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana agama hadir dalam ruang sosial, membentuk nilai, tradisi, dan perilaku masyarakat. 

Serta mempelajari sejarah agama-agama secara menyeluruh sebelum masuk pada pembahasan masing-masing agama.

“Tujuannya bukan membandingkan untuk mencari kesalahan, tetapi memahami bagaimana agama-agama itu tumbuh, berkembang, dan berinteraksi dalam masyarakat,” jelasnya.

Kajian dari prodi ini juga sangat menarik, yaitu mencakup agama-agama besar dunia seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan lainnya.

Mahasiswa diajak untuk mempelajari beragam tradisi dan ajaran agama secara komprehensif, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga melalui kunjungan langsung ke berbagai tempat ibadah seperti vihara, gereja, dan pura.

Sehingga mereka dapat merasakan secara nyata praktik keagamaan serta memperluas wawasan tentang keberagaman.

Menurut Ahmad Muttaqin salah satu mata kuliah yang dinilai unik adalah Resolusi Konflik.

Tidak hanya teori, mahasiswa juga melakukan praktik lapangan bekerja sama dengan komunitas mediasi konflik keagamaan di wilayah Bandar Lampung.

Mahasiswa pernah melakukan pengamatan langsung pada persoalan rumah ibadah di Rajabasa, Bandar Lampung. Bahkan, pengalaman tersebut berkembang menjadi penelitian skripsi.

“Mahasiswa turun ke lapangan, melihat langsung dinamika konflik, lalu menganalisisnya dengan pendekatan akademik,” katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved