Mudik Lebaran

BPJN Target Jalan Nasional di Lampung Bebas Lubang H-10 Lebaran

BPJN Lampung target ruas jalan nasional di Bumi Ruwa Jurai dalam kondisi zero pothole atau nol lubang pada H-10 sebelum hari raya.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
KESIAPAN JALAN - Kepala BPJN Lampung Ali Duhari menjelaskan kesiapan jalan nasional Lampung dalam menghadapi mudik Lebaran 2026, Jumat (6/3/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan nasional di Bumi Ruwa Jurai dalam kondisi zero pothole atau nol lubang pada H-10 sebelum Lebaran.

Kepala BPJN Lampung Ali Duhari mengungkap hal ini untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik yang akan melintasi Lampung, baik dari arah Sumatera Selatan maupun menuju Pelabuhan Bakauheni.

"Kita selesaikan dengan target yang harus zero pothole itu, jadi nol lubang itu di tanggal H-10 sebelum Lebaran. Saat ini tim di lapangan terus bekerja secara simultan," ujar Ali Duhari dalam konferensi pers di kantor BPJN Lampung, Jumat (6/3/2026).

Data terbaru BPJN Lampung mencatat total terdapat 7.174 titik lubang di seluruh ruas jalan nasional, baik ruas Jalur Lintas Timur, Tengah dan Barat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.721 titik lubang atau sekitar 79,75 persen telah ditutup melalui mekanisme pemeliharaan rutin.

Saat ini, sisa lubang yang masih dalam proses pengerjaan berjumlah 1.918 titik yang tersebar di berbagai wilayah kerja satuan kerja (satker).

"Jumlah lubang ini bisa bertambah seiring waktu karena beban jalan. Oleh karena itu, tim kami terus melakukan survei dan penanganan secara cepat agar tidak ada lubang baru yang terlewat," jelasnya.

Secara teknis, Ali menjelaskan bahwa Lampung memiliki 65 ruas jalan nasional dengan total panjang mencapai 1.298,48 km.

Hingga semester II tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional secara total berada di angka 92,32 persen. 

Angka ini mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 94 persen.

Rinciannya, Jalur Lintas Timur dengan total panjang 285,18 km, mencatat tingkat kemantapan tertinggi sebesar 97,55 persen.

"Jalur ini merupakan alternatif terpendek dari Bakauheni ke perbatasan Sumsel," ujar Ali Duhari.

Jalur Lintas Barat dengan total panjang 333,57 km memiliki tingkat kemantapan 92,22 persen.

Lalu, jalur lintas penghubung (282,29 km) mencatat kemantapan 92,75 persen.

Selanjutnya jalur non-lintas (78,57 km) mencapai kemantapan hampir sempurna di angka 99,75 persen.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved