Mudik Lebaran

BPJN Target Jalan Nasional di Lampung Bebas Lubang H-10 Lebaran

BPJN Lampung target ruas jalan nasional di Bumi Ruwa Jurai dalam kondisi zero pothole atau nol lubang pada H-10 sebelum hari raya.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
KESIAPAN JALAN - Kepala BPJN Lampung Ali Duhari menjelaskan kesiapan jalan nasional Lampung dalam menghadapi mudik Lebaran 2026, Jumat (6/3/2026). 

Adapun ruas Jalur Lintas Tengah yang memiliki total ruas 318,47 km, mencatatkan tingkat kemantapan paling rendah, yakni 85,59 persen.

Ali mengungkapkan, Jalur Lintas Tengah menjadi titik paling rawan kerusakan karena tingginya volume kendaraan berat yang melintasi ruas tersebut.

"Kendaraan berat seperti batu bara dan logistik banyak yang melewati Lintas Tengah. Inilah penyebab kemantapan di sana paling rendah dan pertumbuhan lubang paling cepat," ungkapnya.

Ia menilai, fenomena kendaraan bermuatan lebih atau overdimension overload (ODOL) inilah yang menjadi tantangan berat bagi ketahanan aspal.

Menurut Ali, kendaraan ODOL mempercepat munculnya lubang baru dari retakan kecil (crocodile crack) yang terpapar beban berlebih.

"Kita desain jalan untuk beban tertentu, tapi yang lewat jauh melebihi itu. Ini bisa memotong umur rencana jalan secara signifikan. Jalan yang seharusnya bertahan 10 tahun, bahkan bisa rusak hanya dalam 3 tahun akibat ODOL," tambahnya.

Untuk memastikan kualitas perbaikan jelang Lebaran 2026, BPJN menerapkan metode patching atau penambalan permanen. 

Prosesnya meliputi pengupasan aspal lama menggunakan alat cold milling, pembersihan lubang, pemberian lapisan perekat (tack coat), hingga pengisian aspal baru.

Selain penanganan lubang, BPJN juga melakukan pembersihan saluran drainase dan pemotongan rumput di bahu jalan

Langkah simultan ini diambil agar air hujan tidak meluap ke badan jalan yang dapat mempercepat kerusakan struktur aspal serta menjaga jarak pandang pengemudi.

Lebih lanjut, Ali Duhari memohon dukungan masyarakat dan berharap cuaca mendukung proses pengerjaan. 

"Jika hujan terus-menerus, penambalan aspal memang terkendala. Kami mohon doa agar semua lancar demi kenyamanan dan keamanan pemudik tahun ini," tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved