Berita Lampung
492 Sekolah Se-Lampung Ikut Pesantren Kilat Ramadan
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret 2026 itu diikuti oleh 492 SMA/SMK yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Lampung.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Suasana religius sangat terasa dalam pembukaan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di SMAN 14 Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret 2026 itu diikuti oleh 492 SMA/SMK yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Lampung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan, agenda ini bukan sekadar mengisi waktu luang di bulan puasa, melainkan gerakan bersama membangun karakter dan memperkuat akhlak siswa.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, serta kebiasaan ibadah kepada para pelajar.
"Pesantren kilat ini kita dorong menjadi gerakan bersama antara sekolah, siswa, dan keluarga dalam membangun karakter generasi muda," ujar Thomas.
Mantan Kadisdik Lampung Selatan ini menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, serta kebiasaan ibadah kepada para pelajar.
Fokus utama kegiatan adalah penanaman nilai spiritual dan pembiasaan ibadah yang terukur.
Beragam aktivitas telah disusun secara sistematis, mulai dari tadarus Alquran, kajian keislaman, pembinaan akhlak, hingga penguatan karakter kepemimpinan.
Dalam implementasinya, kegiatan pesantren kilat dilaksanakan dengan pola yang berbeda antara siswa putra dan putri.
Siswa putri mengikuti kegiatan mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB di sekolah.
Sementara siswa putra mengikuti kegiatan dengan sistem menginap (mabit) selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Hal ini dilakukan agar siswa putra mendapatkan pendampingan ibadah secara intensif selama 24 jam.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menitikberatkan pada peran aktif orang tua untuk ikut mengawasi serta membimbing aktivitas ibadah anak selama bulan Ramadan.
Pasalnya, peran orang tua menjadi kunci agar nilai-nilai yang diperoleh selama pesantren kilat dapat terus diterapkan di lingkungan keluarga.
"Dengan pelaksanaan yang melibatkan ratusan sekolah tersebut, pemerintah berharap Pesantren Kilat Ramadan dapat menjadi gerakan pendidikan karakter yang berkelanjutan, serta memperkuat pembentukan generasi muda Lampung yang religius dan berakhlak baik," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Peras Petani di Lampung hingga Rp5 Juta, SJ Ancam Korban Pakai Korek Api |
|
|---|
| Aparat Diduga Selingkuh dengan Oknum PNS Wanita, Istri Sah Lapor Polisi |
|
|---|
| Pemicu Suami Tikam Istri yang Sedang Tidur dengan Anak, Sempat Tuding Selingkuh |
|
|---|
| Jadi Saksi Dugaan Korupsi PT LEB, Arinal Djunaidi Mangkir dari Sidang karena Mental Tidak Sehat |
|
|---|
| Police Goes To School Polres Lampung Tengah Imbau Siswa Pakai Helm SNI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kadisdikbud-Thomas-Amirico-Pesantren-Kilat.jpg)