Berita Lampung

Anggota DPR RI Minta Perketat Distribusi Bantuan Pangan agar Tak Picu Gejolak Harga

Anggota DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia tekankan pengawasan distribusi bantuan pangan agar tepat sasaran dan harga kebutuhan pokok tetap stabil.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/HO/IST
PERKETAT DISTRIBUSI - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Lampung 1, Ruby Chairani Syiffadia, saat melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke Gudang Perum Bulog Garuntang, Bandar Lampung, pada Selasa (5/5/2026). Ruby minta Bulog perketat distribusi bantuan pangan agar tak picu gejolak harga. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPR RI Ruby Chairani Syiffadia tinjau Gudang Bulog Garuntang di Bandar Lampung.
  • Tekankan bantuan pangan harus tepat sasaran. Stok beras & jagung disebut aman hingga akhir 2026.
  • Apresiasi penyerapan gabah petani lokal. Masyarakat diminta tak khawatir soal pasokan pangan.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Lampung 1, Ruby Chairani Syiffadia, menekankan pentingnya pengawasan distribusi bantuan pangan agar benar-benar tepat sasaran dan tidak memicu gejolak harga di masyarakat.

Hal itu disampaikan Ruby usai melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke Gudang Perum Bulog Garuntang, Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026) lalu.

Menurutnya, keberadaan Bulog punya peran penting dalam menjaga pasokan pangan tetap aman, terutama di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok.

Karena itu, ia ingin memastikan stok pangan di Lampung dalam kondisi cukup sekaligus distribusinya berjalan sesuai data penerima bantuan pemerintah.

"Kita ingin memastikan negara benar-benar hadir menjaga kebutuhan masyarakat. Karena itu saya melihat langsung kondisi stok dan kesiapan distribusi di gudang Bulog hari ini,” ujar Ruby Chairani Syiffadia, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Lampung Pastikan Stok Beras Aman 

Ruby menjelaskan bahwa langkah penguatan stok pangan di daerah merupakan bagian integral dari program besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain mengecek kuantitas, Ruby juga meninjau langsung kualitas penyimpanan beras subsidi dan kesiapan mekanisme penyaluran program SPHP.

Ia menambahkan, pengawasan yang ketat di lapangan menjadi kunci agar kebijakan pemerintah pusat dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat tanpa ada penyimpangan.

"Langkah penguatan stok pangan pemerintah merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok," jelasnya.

Selain itu, Ruby memberikan apresiasi kepada pihak Bulog yang terus melakukan penyerapan gabah dari petani lokal.

Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga cadangan pangan sekaligus memastikan hasil panen petani di Lampung terserap secara optimal.

Berdasarkan hasil tinjauan langsung di kawasan gudang seluas 1,91 hektare tersebut, Ruby memaparkan data ketersediaan pangan yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung hingga akhir tahun 2026.

Adapun rincian ketersediaan pangan di Gudang Bulog Garuntang per 5 Mei 2026 di antaranya stok beras sekitar 11.005 ton dan stok jagung sekitar 2.180 ton, dengan kapasitas penyimpanan maksimal hingga 17.500 ton.

Melihat ketersediaan stok yang melimpah, Ruby mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan pangan.

"Alhamdulillah, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, stok pangan khususnya beras di Lampung dalam keadaan aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan masih sangat cukup," tutupnya.

Pihak Bulog memastikan distribusi bantuan pangan akan terus berjalan sesuai data penerima pemerintah, serta berkomitmen menjaga stabilitas pasokan di pasar tradisional maupun ritel di wilayah Lampung.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved