Mudik Lebaran

Diskon Tarif Tol Tidak Berlaku ketika Saldo Uang Elektronik Tidak Mencukupi

Rafflesia group merupakan salah satu pemegang konsesi ruas-ruas strategis Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.

|
Tribunlampung.co.id/PT HKA
DISKON TOL - Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026, Rafflesia Group memperkuat kesiapan operasional di sejumlah ruas tol yang dikelolanya, termasuk ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar di Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Ketentuan bagi yang bisa mendapat potongan atau diskon tarif tol diungkap Rafflesia Group.
  • Potongan tarif atau diskon tidak berlaku apa bila saldo uang elektronik tidak mencukupi.
  • Selain itu sistem tidak dapat membaca asal dan golongan kendaraan.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Rafflesia Group mengungkap ketentuan bagi pemudik yang bisa mendapat potongan atau diskon tarif tol di antaranya, Lampung.

Rafflesia group merupakan salah satu pemegang konsesi ruas-ruas strategis Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.

CEO Rafflesia Group Moh Adhi Resza mengatakan bahwa potongan tarif atau diskon tidak berlaku apa bila saldo uang elektronik tidak mencukupi. Selain itu sistem tidak dapat membaca asal dan golongan kendaraan.

Potongan tarif tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan Rafflesia terhadap kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Diskon tarif tol, kata dia, sebesar 30 persen pada periode tertentu selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Baca juga: Diskon 30 Persen Tol Bakter Lampung Berlaku 4 Hari, Simak Tanggalnya

Untuk ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, potongan tarif berlaku pada periode arus mudik, mulai 15 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 17 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, untuk perjalanan dari GT Bakauheni Selatan hingga GT Kayu Agung.

Kemudian arus balik, pada  26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 28 Maret 2026 pukul 07.00 WIB dari arah GT Kayu Agung hingga GT Bakauheni.

Berdasarkan proyeksi trafik selama periode mudik Lebaran, ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar diperkirakan akan melayani sekitar 900 ribu kendaraan.

Sementara secara keseluruhan di jaringan tol yang dikelola Rafflesia, pergerakan kendaraan juga diproyeksikan tinggi, termasuk di ruas Tol Medan–Binjai yang diperkirakan melayani sekitar 600 ribu kendaraan.

"Lebaran merupakan momentum mobilitas masyarakat dalam skala besar. Oleh karena itu, dibutuhkan persiapan yang optimal dan koordinasi menyeluruh dengan seluruh stakeholder terkait," ujarnya.

"Kami memastikan seluruh ruas tol Rafflesia berada dalam kondisi baik agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman," imbuhnya.

Selain kesiapan operasional jalan tol, seluruh rest area pada ruas tol yang dikelola Rafflesia Group juga disiagakan untuk mendukung kenyamanan pemudik.

Fasilitas yang tersedia antara lain SPBU, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), toilet, masjid atau mushola, area parkir luas, layanan top up kartu elektronik, tenant UMKM, minimarket, posko kesehatan, hingga bengkel siaga dan petugas keamanan 24 jam.

"Kami memahami bahwa rest area adalah titik krusial untuk mengurangi kelelahan pengemudi. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan posko kesehatan, bengkel siaga, hingga memastikan pasokan BBM di SPBU tetap aman melalui kolaborasi lintas instansi pada 22 rest area yang berada di tol kami," tambah Adhi.

Selain memanfaatkan rest area di dalam tol, pengguna jalan juga dapat menggunakan fasilitas di luar tol seperti SPBU, rumah makan, maupun destinasi wisata di sekitar koridor tol sebagai alternatif tempat beristirahat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved