Wawancara Eksklusif
Jelang Mudik Lebaran, Pengelola Tol Siapkan Top Up Saldo Mobile hingga Diskon Tarif
Kesiapan pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran menjadi penting.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Survei Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia.
Angka ini turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski terjadi penurunan secara nasional, arus mobilitas masyarakat diperkirakan tetap tinggi di sejumlah jalur utama, termasuk koridor penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.
Salah satu titik strategis adalah ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar di Lampung yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.
Jalur ini berperan penting dalam menampung pergerakan kendaraan dari Pelabuhan Bakauheni menuju wilayah tengah hingga utara Sumatera saat momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan menuju Pelabuhan Merak dan penyeberangan ke Bakauheni diperkirakan tetap padat.
Kesiapan pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran menjadi penting.
Tidak hanya soal kesiapan infrastruktur jalan, tetapi juga menyangkut koordinasi lintas sektor, pengaturan lalu lintas, kesiapan rest area, hingga strategi operasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Apa saja yang dipersiapkan pengelola tol menghadapi arus mudik Lebaran?
Simak petikan Wawancara Eksklusif Tribun Lampung bersama Direktur PT Bakauheni–Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, dan Project Manager PT Hakaaston (HKA), Riadiano Muhamad.
Berdasarkan survei nasional Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, sekitar 76,24 juta orang diprediksi menggunakan mobil pribadi saat mudik Lebaran 2026 dan mayoritas akan menggunakan jalan tol. Kalau di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar sendiri, bagaimana prediksinya?
Mandia: Kalau melihat historis trafik di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya terjadi tren penurunan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kemungkinan tahun ini juga akan mengalami penurunan sekitar 5,5 hingga 7,5 persen.
Secara nasional diperkirakan ada sekitar 176 ribu kendaraan yang akan melintasi Tol Bakauheni–Terbanggi Besar selama periode mudik Lebaran 2026. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2025.
Untuk puncak arus mudik di Tol Bakauheni diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret, dengan volume sekitar 44 ribu kendaraan dalam satu hari.
Kalau dari sisi infrastruktur, seperti apa kondisi jalan tol saat ini?
Riadiano: Secara infrastruktur, kondisi jalan tol sudah sangat baik. Kematangan jalan sudah lebih dari 91 persen karena kami telah melakukan banyak perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Harapannya, saat periode mudik dan arus balik nanti tidak ada kendala yang berkaitan dengan kondisi jalan.
Berarti kondisi jalan sudah mulus dan tidak ada lagi perbaikan?
Riadiano: Betul. Berdasarkan instruksi pemerintah, perbaikan jalan maksimal dilakukan hingga H-10 Lebaran. Setelah itu tidak ada lagi pekerjaan yang mengganggu lalu lintas. Selain itu, kami juga menyiapkan tim penanganan cepat untuk menutup lubang sehingga tidak ada kendala di jalan tol.
Salah satu yang menarik dari Tol Bakauheni–Terbanggi Besar adalah Gerbang Tol Bakauheni yang langsung terhubung dengan Pelabuhan Bakauheni. Biasanya titik ini bisa menjadi bottleneck atau penyempitan yang menyebabkan kemacetan. Apakah sudah ada rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus mudik dan arus balik?
Mandia: Kami sudah menyiapkan berbagai antisipasi. Salah satunya dengan gerbang tol yang bersifat reversible, yang bisa dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan. Kapasitas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar sebenarnya mampu menampung hingga 80 ribu kendaraan. Sementara volume tertinggi yang tercatat sekitar 44 ribu hingga 55 ribu kendaraan, sehingga sejauh ini belum terjadi kendala berarti di gerbang tol.
Namun kami tetap melakukan berbagai langkah antisipasi, misalnya dengan menyediakan layanan top up saldo uang elektronik secara mobile agar pengendara tidak perlu turun dari kendaraan.
Selain itu, ada juga mobile reader untuk mempercepat transaksi di gerbang tol jika terjadi antrean. Empat gerbang tol strategis yang menjadi perhatian kami adalah Bakauheni Selatan, Itera, Natar, dan Terbanggi Besar.
PT ASDP dan kepolisian juga menyiapkan delaying system, salah satunya dengan memanfaatkan rest area di tol. Artinya kendaraan bisa ditahan sementara di rest area atau bahkan dikeluarkan di pintu tol sebelum Bakauheni. Bagaimana kesiapan penerapan sistem ini?
Riadiano: Kami sudah siap. Sistem ini sebenarnya sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya sehingga kami sudah memiliki pengalaman. Koordinasi dilakukan dengan kepolisian, khususnya Polres Lampung Selatan, yang menjadi pengendali.
Jika diperlukan delaying system, kendaraan akan ditahan terlebih dahulu di Rest Area Km 20B yang paling dekat dengan pelabuhan. Jika kapasitasnya penuh, maka akan dialihkan ke Km 49B, Km 67B, hingga Km 87B.
Saat ini ASDP juga menerapkan aturan bahwa pembelian tiket kapal tidak bisa dilakukan jika kendaraan sudah berada dalam jarak sekitar 4,7 kilometer dari pelabuhan. Apakah ada imbauan bagi pengguna tol terkait hal ini?
Riadiano: Betul. Kami membantu ASDP dengan menyediakan pos pembelian tiket di rest area, khususnya di Km 20B. Kami juga terus mengingatkan pengguna jalan melalui public address agar membeli tiket kapal lebih awal di rest area, sehingga ketika sampai di pelabuhan sudah memiliki tiket.
Rest area menjadi fasilitas penting bagi pemudik untuk beristirahat. Bagaimana kesiapan rest area di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar?
Mandia: Di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar terdapat 12 rest area, masing-masing enam di jalur menuju Bakauheni dan enam menuju Terbanggi Besar. Untuk rest area tipe A ada empat unit yang memiliki fasilitas lengkap.
Kami juga memastikan ketersediaan bahan bakar selalu aman dengan bekerja sama dengan Pertamina. Stok BBM dijaga agar cukup untuk kebutuhan hingga dua hari ke depan.
Selain itu, tersedia berbagai fasilitas seperti toilet laki-laki dan perempuan, masjid, serta fasilitas ibadah, apalagi saat ini masih dalam bulan Ramadan. Kami juga menyediakan program Jumat Berkah dengan pembagian takjil bagi pengguna jalan. Untuk kapasitas parkir, khususnya di rest area besar, bisa menampung hingga 200 kendaraan.
Apakah ada pembatasan kendaraan selama mudik?
Mandia: Ya. Angkutan barang dibatasi mulai 13 hingga 29 Maret, kecuali kendaraan yang membawa kebutuhan penting seperti sembako dan logistik kesehatan. Dengan begitu pemudik bisa lebih nyaman saat beristirahat di rest area.
Jika pengguna tol mengalami masalah di perjalanan, misalnya kendaraan rusak atau mesin panas, apa yang harus dilakukan?
Riadiano: Kami memiliki call center 24 jam yang bisa dihubungi di nomor 08112770303 dan 1500700. Melalui layanan ini pengguna jalan bisa mendapatkan bantuan seperti ambulans, derek (towing), dan layanan darurat lainnya.
Microsleep sering disebut sebagai penyebab kecelakaan di jalan tol karena jalannya lurus dan membuat pengemudi mengantuk. Apa antisipasinya?
Riadiano: Kami menambah pita kejut atau rumble strip untuk membantu pengemudi tetap waspada. Selain itu, kami juga melakukan operasi microsleep dan operasi simpatik bersama kepolisian, termasuk membagikan merchandise seperti minyak angin untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi. Harapannya pemudik bisa sampai tujuan dengan aman sehingga pemudik selamat, keluarga pun bahagia.
Pemerintah juga mengumumkan adanya diskon tarif tol selama mudik. Bagaimana penerapannya di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar?
Mandia: Kami memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen. Diskon berlaku untuk perjalanan jarak terjauh pada 15–19 Maret untuk arus mudik dan 26–27 Maret untuk arus balik.
Diskon ini berlaku otomatis bagi kendaraan yang melintas pada tanggal tersebut. Tujuannya agar arus lalu lintas tidak menumpuk pada hari tertentu.
Ada informasi mengenai rencana penambahan ruas tol menuju Pelabuhan Panjang. Bisa dijelaskan sedikit?
Mandia: Informasi detail memang masih menjadi kewenangan pemerintah melalui BPJT. Namun yang kami ketahui ada rencana integrasi Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dengan Pelabuhan Panjang sepanjang sekitar 11 kilometer.
Pembangunan direncanakan bertahap. Tahap pertama hingga Sukamarga sekitar 7 kilometer, kemudian tahap kedua menuju Jalan Yos Sudarso. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung integrasi kawasan ekonomi di Lampung dan memudahkan akses menuju pelabuhan.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
mudik
Lebaran
Tribunlampung.co.id
Berita Lampung
Lampung
Terbanggi Besar
Bakauheni
Wawancara Eksklusif
| Harga Plastik Naik Drastis, DPRD Lampung Waspadai Dampaknya terhadap UMKM |
|
|---|
| ACFFest Hakordia 2026 Hadir di Lampung, Gaungkan Antikorupsi Lewat Film |
|
|---|
| Penyebab Bandara Radin Inten II Lampung Belum Bisa Embarkasi Haji Penuh |
|
|---|
| Pengelola Tol Bakter Siapkan Strategi Khusus Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
| ASDP Bakauheni Terapkan Skema Tiket Berlaku 1x24 Jam Mulai 13-31 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Waneks-PT-BakauheniTerbanggi-Besar-Toll.jpg)