Berita Lampung

Jelang Nyepi dan Lebaran, Warga Lampung Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Menjelang dua hari besar keagamaan yang datang berdekatan, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id
CUACA BURUK - Foto ilustrasi. BMKG keluarkan peringatan dini cuaca buruk di Lampung. Dalam beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, bahkan dapat disertai petir dan angin kencang. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung Menjelang dua hari besar keagamaan yang datang berdekatan, warga di Bandar Lampung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya saat beraktivitas di luar rumah hingga melakukan perjalanan mudik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung memperingatkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, bahkan dapat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena bertepatan dengan momen sakral umat Hindu saat Hari Raya Nyepi pada 19 Maret, serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.

Prakirawan BMKG Lampung, Adi Saputra, menjelaskan peningkatan potensi hujan dipicu oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil.

“Terpantau adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Lampung yang memicu pertumbuhan awan hujan cukup signifikan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: BPBD Bandar Lampung Evakuasi 50 Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem 

Ia menambahkan, tingginya kelembapan udara di seluruh lapisan atmosfer juga memperbesar peluang terbentuknya awan cumulonimbus—awan yang identik dengan hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Dalam situasi ini, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik atau menghadiri kegiatan ibadah diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di wilayah rawan banjir dan longsor.

Selain itu, aktivitas pada siang hingga malam hari disebut sebagai waktu yang paling berpotensi terjadi hujan lebat.

BMKG juga mengingatkan agar warga tidak hanya mengandalkan prakiraan awal, melainkan rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi.

“Update akan kami sampaikan setiap hari. Masyarakat diharapkan aktif memantau, apalagi yang memiliki agenda perjalanan,” kata Adi.

Sejumlah wilayah di Lampung sendiri telah dipetakan berpotensi terdampak cuaca ekstrem secara bergantian hingga 22 Maret mendatang, termasuk daerah padat aktivitas seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat jelang hari raya, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca menjadi kunci untuk menjaga keselamatan selama perjalanan maupun saat menjalankan ibadah.

 
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto ) 
 
 
 
 
 
 

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved