Mudik Lebaran

Arus Balik di Lampung Tengah Memuncak, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, AKP Glend menjelaskan bahwa kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas sejak hari kedua.

Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
KAWAL ARUS BALIK - Kasat Lantas Polres Lampung Tengah AKP Glend Felix Siagian menyebut pihaknya bersiaga untuk mengawal pergerakan masyarakat pada masa arus balik Lebaran 2026, Rabu (25/3/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Satlantas Polres Lampung Tengah terus bersiaga mengawal pergerakan masyarakat pada masa arus balik Lebaran 2026. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kepadatan utama terfokus di akses keluar tol dan persimpangan arteri yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah.

​Kasat Lantas Polres Lampung Tengah, AKP Glend Felix Siagian, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua titik paling rawan kemacetan, yakni kawasan Exit Tol Terbanggi Besar serta jalur Exit Tol Gunung Sugih yang terintegrasi dengan Simpang Pepadun.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, AKP Glend menjelaskan bahwa kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas sejak hari kedua Lebaran.

​"Tujuan utamanya adalah mengurangi crossing atau perlintasan sebidang di persimpangan-persimpangan yang ada di dua lokasi tersebut. Kami laporkan hasilnya cukup baik. Meskipun volume kendaraan sangat tinggi, antrean tetap bergerak dan tidak terjadi kemacetan total yang berkepanjangan," ujar Glend, Rabu (25/3/2026).

Dia melanjutkan, berdasarkan data dari pengelola tol menunjukkan lonjakan drastis volume kendaraan. 

Di Gunung Sugih, lanjutnya, peningkatan tertinggi terjadi pada H+1 (Minggu) dengan kenaikan mencapai 103 persen. 

Sementara di Exit Tol Terbanggi Besar, kenaikan tercatat sebesar 65 persen pada hari yang sama.

Kepadatan di Gunung Sugih dipicu oleh pertemuan arus dari arah Bandar Lampung dengan kendaraan dari arah Kota Gajah dan Metro. 

Sedangkan di Terbanggi Besar, kemacetan bersumber dari pertemuan arus kendaraan asal Way Kanan, Lampung Barat, dan Lampung Utara yang bertemu dengan arus dari arah Tulangbawang.

Glend menyebutkan bahwa saat ini kepadatan justru lebih terasa di jalur arteri akibat tingginya mobilitas masyarakat lokal.

"Peningkatan yang sangat diantisipasi saat ini adalah di jalan arteri, karena adanya aktivitas mudik lokal masyarakat yang berkunjung ke kerabat maupun orang tua di kampung asal," imbuhnya.

Pihak kepolisian menyiagakan personel setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Namun, rekayasa lalu lintas secara intensif dilakukan pada pagi hingga sore hari untuk menjaga keamanan pengendara mengingat keterbatasan penerangan jalan di malam hari.

Glend meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga fokus saat berkendara dengan kecepatan rata-rata kendaraan saat ini berada di kisaran 20 km/jam.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap fokus, jaga jarak aman, dan apabila lelah silakan menepi di pos pelayanan atau pos pengamanan yang telah kami sediakan. Jika terjadi situasi darurat, segera hubungi Call Center 110 Polri," pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved