Berita Lampung
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Infrastruktur di Lampung Utara
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, dan infrastruktur
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, dan pembangunan infrastruktur sebagai pilar percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara.
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Lampung Utara 2027, di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026).
Menurut Mirza, penguatan SDM menjadi fondasi pembangunan karena Lampung Utara memiliki potensi besar di komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang.
Ia menekankan perlunya SDM terampil agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal.
"Kita membutuhkan SDM yang terampil dan produktif agar mampu mengelola potensi tersebut dan meningkatkan nilai tambah bagi petani serta perekonomian daerah," ujar Gubernur Mirza.
Mirza juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Pemerintah daerah diminta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah serta meningkatkan relevansi kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain SDM, hilirisasi komoditas unggulan menjadi fokus utama agar produk lokal tidak hanya dijual mentah, tetapi memiliki nilai tambah lebih besar bagi petani.
"Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas unggulan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani," katanya.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya logistik, dan membuka akses pasar lebih luas.
Tahun 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi Lampung mencapai 79,79 persen, jalan Kabupaten Lampung Utara 46,67 persen, dan ruas jalan provinsi sepanjang 156,328 kilometer mencapai 93,58 persen.
Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran Rp1,98 miliar untuk penanganan jalan desa, Rp40,52 miliar untuk perbaikan jalan provinsi, dan Rp2,1 miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara.
Program Desaku Maju hadir untuk memperkuat ekonomi desa melalui penyediaan Pupuk Organik Cair (POC), mesin dryer, dan pelatihan vokasi.
Desa Wonomarto menjadi percontohan dengan peningkatan produksi padi, jagung, dan singkong sebesar 30 persen serta peningkatan pendapatan BUMDes.
Program ini terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
| Fokus Petani, Lampung Tengah Siapkan Langkah Cepat Hadapi Ancaman Kekeringan |
|
|---|
| Polsek Natar Rutin Patroli Jalur Menuju Bandara Raden Inten II Lampung |
|
|---|
| Gubernur Mirza Minta SPPG di Lampung Gandeng BUMDes |
|
|---|
| Bea Cukai Sumbagbar Gagalkan Penyelundupan Sabu 36 Kg di Pelabuhan Bakauheni |
|
|---|
| Bea Cukai Sumbagbar Gagalkan Penyelundupan 36 Kg Sabu di Bakauheni Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Gubernur-dorong-hilirisasi-komoditas-unggulan.jpg)