Berita Lampung

Ada 169 Kasus Campak, Pemkot Bandar Lampung Jemput Bola Imunisasi Balita

Kadiskes Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung menyebut sebanyak 169 kasus suspek campak yang dilaporkan oleh rumah sakit.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominus Desmantri Barus
JEMPUT BOLA - Kadiskes Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung menyebut sebanyak 169 kasus suspek campak yang dilaporkan oleh rumah sakit.  

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Bandar Lampung bakal melakukan jemput bola bagi balita yang belum mendapatkan imunisasi campak

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya kasus campak di Kota Tapis Berseri.

Kadiskes Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung menyebut sebanyak 169 kasus suspek campak yang dilaporkan oleh rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta. 

Namun, pasien tersebut belum bisa dipastikan apakah semuanya berasal dari Bandar Lampung.

Muhtadi menjelaskan, berdasar data 31 puskesmas di Bandar Lampung, ditemukan sekitar 51 kasus suspek campak pada balita. 

Menurut Muhtadi, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Sampel pemeriksaan bahkan harus dikirim ke laboratorium rujukan di Palembang. "Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan positif atau tidaknya campak," ujar Muhtadi, Senin (30/3).

Muhtadi mengatakan bahwa isu campak saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan adanya surat edaran dari Menteri Kesehatan yang meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan suspek campak di berbagai provinsi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah, termasuk Kota Bandar Lampung.

"Meski surat edaran wali kota masih dalam proses, kami tidak menunggu. Kami langsung bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan," kata Muhtadi.

Selain memberikan penanganan medis, ternyata Diskes juga mengintensifkan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) kepada masyarakat. 

KIE tersebut intensif diberikan melalui posyandu, kader kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK.

Dia mengimbau masyarakat atau para orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam. 

Dari data yang dihimpun, sebagian besar kasus suspek terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Rinciannya, sebanyak 104 kasus berasal dari anak yang belum imunisasi, 24 kasus dengan imunisasi tidak lengkap, dan hanya 30 kasus pada anak dengan imunisasi lengkap.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved