Berita Lampung

DPRD Soroti Ketergantungan Transfer dan Rendahnya PAD Pesawaran 2025

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pesawaran Aria Guna menyoroti belum optimalnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
SOROTI - Kolase Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pesawaran Aria Guna dan Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian. Aria Guna menyoroti belum optimalnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam struktur pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua II DPRD Pesawaran, Aria Guna, soroti realisasi PAD 2025 belum optimal
  • Total pendapatan daerah tercapai 90,21 persen dari target
  • Namun kontribusi PAD masih rendah, baru sekitar 66?ri target

Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pesawaran Aria Guna menyoroti belum optimalnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam struktur pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025.

Meski total realisasi pendapatan daerah mencapai 90,21 persen dari target, Aria menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan fiskal daerah karena masih didominasi oleh pendapatan transfer.

“Secara keseluruhan memang 90,21 persen, tapi rinciannya PAD kita belum maksimal, baru sekitar 66 persen,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Rabu (1/4/2026).

Menurut Aria, kondisi ini menunjukkan kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah masih relatif rendah dan menandakan kemandirian fiskal Kabupaten Pesawaran belum sepenuhnya kuat, sehingga masih bergantung pada pemerintah pusat.

“Ketergantungan kita masih dengan transfer, itu juga jadi kendala,” tambahnya.

Ia menekankan, meski capaian pendapatan terlihat tinggi secara angka, komposisinya belum ideal.

“Secara angka terlihat seolah sudah sangat baik, tapi PAD kita masih di kisaran 66 persen. Artinya, ini perlu menjadi perhatian,” lanjutnya.

Aria menambahkan pentingnya upaya serius dari pemerintah daerah untuk menggali potensi PAD yang masih belum tergarap optimal. DPRD, melalui Panitia Khusus (Pansus) PAD, sebelumnya telah memberikan sejumlah rekomendasi strategis.

“Dari Pansus PAD kemarin sudah banyak rekomendasi yang harus menjadi catatan pemerintah kabupaten, terkait apa saja potensi yang bisa digali,” jelasnya.

Menurutnya, rekomendasi tersebut harus menjadi dasar bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan daerah, khususnya dari sektor PAD.

“Harapannya rekomendasi Pansus PAD itu menjadi pijakan pemerintah untuk bergerak dalam rangka mengoptimalkan PAD,” tegas Aria.

Ia juga menekankan bahwa optimalisasi PAD tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuannya tentu untuk kesejahteraan rakyat, agar program-program pembangunan benar-benar bisa menyentuh kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

DPRD berharap, melalui evaluasi LKPJ, pemerintah daerah dapat memperkuat kemandirian fiskal dengan meningkatkan kontribusi PAD serta mengurangi ketergantungan pada dana transfer di tahun-tahun mendatang.

Sebelumnya, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesawaran di GSG Pemkab Pesawaran.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved