Pesawaran

Omped Ramadan Race V2 Curi Perhatian Penonton, Gabungkan Olahraga dan Konten Digital

Ajang lari jarak pendek 100 meter memadukan olahraga dan hiburan digital ini berhasil menjaring lebih dari satu juta penonton melalui kanal YouTube.

Tribunlampung.co.id/Dokumentasi/Istimewa
EVENT LARI; Omped Ramadan Race V2 “Perang Para Bintang” sukses digelar pada 6–7 Maret 2026 di Balai Desa Bagelen, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.  Ajang lari jarak pendek 100 meter yang memadukan olahraga dan hiburan digital ini berhasil menjaring lebih dari satu juta penonton melalui siaran langsung di kanal YouTube omped_visual. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesawaran- Omped Ramadan Race V2 “Perang Para Bintang” sukses digelar pada 6–7 Maret 2026 di Balai Desa Bagelen, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. 

Ajang lari jarak pendek 100 meter yang memadukan olahraga dan hiburan digital ini berhasil menjaring lebih dari satu juta penonton melalui siaran langsung di kanal YouTube omped_visual.

Ajang ini sekaligus mempertemukan pelari pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu lintasan kompetitif.

Event ini digagas Alfarid Ramadani, kreator konten muda yang dikenal dengan nama panggung omped_visual. 

Ia memiliki basis pengikut yang massif lebih dari 1,2 juta di Instagram, 12,7 juta di TikTok, dan 15,5 juta subscriber di YouTube.

Sehingga mampu mempromosikan ajang ini secara efektif ke seluruh penjuru Indonesia.

Selama dua hari penyelenggaraan, lapangan Balai Desa Bagelen berubah menjadi arena yang ramai oleh penonton langsung dan tim pendukung dari berbagai kota. 

Peserta kompetisi berasal dari Jawa Timur, Bekasi, Tangerang, Palembang, dan Lampung sebagai tuan rumah, menjadikan ajang ini berskala nasional meski berlabel lokal.

Berbeda dari perlombaan lari konvensional, Omped Ramadan Race V2 mengemas setiap peserta sebagai "bintang" yang diperkenalkan kepada penonton dengan gaya atraktif sebelum turun ke lintasan. 

Konsep "Perang Para Bintang" ini menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup dan menghibur.

Menarik perhatian tak hanya dari kalangan penggemar atletik, tetapi juga masyarakat umum yang menikmati tontonan digital.

Penyelenggaraan di bulan Ramadan membawa pesan tersendiri: bahwa semangat berolahraga dan sportivitas tidak harus berhenti saat berpuasa. 

Para peserta pelajar yang tampil di tengah ibadah Ramadan menjadi contoh nyata bahwa produktivitas dan prestasi tetap bisa diraih di bulan suci.

Para peserta memperebutkan total hadiah senilai Rp10 juta. 

Persaingan yang ketat sejak babak penyisihan hingga final dengan selisih waktu yang sering tipis di garis finis membuat penonton terpaku dan antusias mengikuti setiap laga.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved