Berita Lampung
Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih Jadi Prioritas Nasional dan Lampung
Menurut Hendra, data KMP secara nasional saat ini telah mencapai 34 ribuan unit, di mana sekitar 3.200 koperasi telah rampung dibangun 100 persen.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Hendra Saragih, menekankan pentingnya percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) secara nasional.
Hal ini disampaikannya saat diwawancarai usai menghadiri Kongres Nasional Mahasabha di Bandar Lampung, Selasa (1/4/2026).
Menurut Hendra, data KMP secara nasional saat ini telah mencapai 34 ribuan unit, di mana sekitar 3.200 koperasi telah rampung dibangun secara 100 persen.
“Yang menjadi fokus sekarang adalah akselerasi terkait lahan. Lahan harus clear, baik dari segi kepemilikan maupun letak, supaya pembangunan koperasi bisa berjalan lancar,” ujar Hendra saat diwawancarai Tribunlampung.
Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan pemerintah daerah terus berkoordinasi. Salah satu tugas Kementerian Dalam Negeri adalah menginventarisir data lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan koperasi.
Baca Juga Rekrutmen SPPI untuk Koperasi Merah Putih Ditunda, Terungkap Penyebabnya
“Kami berharap percepatan ini bisa terlaksana, meski ada beberapa kendala. Untuk menyiapkan lahan seribu meter kadang cukup sulit, tapi dengan valuasi yang sudah dilakukan Timah Grinas, serta dukungan pemerintah daerah, fungsi-fungsi koperasi tetap bisa terpenuhi walaupun luasnya mungkin tidak sampai seribu meter,” jelasnya.
Hendra optimistis, dengan percepatan ini, pembangunan Koperasi Merah Putih akan semakin merata dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty, menambahkan, pembangunan KMP di Lampung saat ini telah mencapai 2.650 unit, dengan 1.370 unit terdata dan 1.388 unit telah melakukan pembangunan dari perencanaan awal.
Saat ini, pembangunan sedang berjalan pada 1.140 unit, sementara 116 unit KMP telah rampung dibangun dan beroperasi di seluruh wilayah Lampung, termasuk Bandar Lampung.
“Terkait lahan, di luar kota tidak ada kendala signifikan. Lampung masih luas, sementara di kota kita memanfaatkan aset provinsi dan desa. Jadi lahan bukan kendala utama, hanya penempatan yang perlu disesuaikan,” jelas Evie.
Evie juga menekankan pentingnya tenaga pendamping koperasi untuk mempercepat pembangunan dan pengelolaan KMP.
“Tenaga pendamping ini sudah dilatih sejak 2025 mengenai manajemen, keuangan, dan logistik koperasi Merah Putih. Mereka hadir untuk memastikan implementasi berjalan lancar,” tambahnya.
Dengan dukungan lahan yang memadai dan tenaga pendamping, diharapkan akselerasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Lampung bisa tercapai sesuai target, sekaligus memperkuat perekonomian lokal melalui koperasi berbasis komunitas.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Peran Arinal Djunaidi Terungkap, Kasus Dugaan Korupsi Komisi Migas Rp271 Miliar |
|
|---|
| WFH Lampung, ASN Dilarang Berada di Kafe |
|
|---|
| Mobil Land Cruiser Milik Purnawirawan TNI AD Terbakar, Kerugian Rp 200 Juta |
|
|---|
| Kodam XXI Radin Inten Rencanakan Banyak Bangun Yonif TP di Lampung dan Bengkulu |
|
|---|
| Eks Karutan Sukadana Jalani Proses Hukum, AG Juga Terjerat TPPU Saat Berdinas di Kaltim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Percepatan-pembangunan-Koperasi-Merah-Putih-jadi-prioritas-nasional-dan-Lampung.jpg)