Tenggelam di Bandar Lampung

Tim SAR Gabungan Cari 2 Mahasiswi Hanyut di Sungai Batu Putu Bandar Lampung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua mahasiswi tersebut tengah berada di lokasi wisata dan sempat berswafoto di atas batu di aliran sungai.

Tribunlampung.co.id/SAR
HANYUT - Dua mahasiswi dilaporkan terseret arus Sungai Batu Putu, kawasan Wira Garden, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026). Tim SAR kini mencari dua mahasiswi tersebut dengan menyisir sungai. 
Ringkasan Berita:
  • Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua mahasiswi yang hanyut.
  • Keduanya hanyut di aliran sungai kawasan Taman Wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026).
  • Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua mahasiswi tersebut tengah berada di lokasi wisata dan sempat berswafoto di atas batu.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua mahasiswi yang hanyut di aliran sungai kawasan Taman Wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Rabu (1/4/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua mahasiswi tersebut tengah berada di lokasi wisata dan sempat berswafoto di atas batu yang berada di aliran sungai.

Namun, situasi tiba-tiba berubah ketika arus sungai mendadak menjadi deras. Kedua korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat debit air meningkat secara cepat.

Salah satu korban sempat berusaha bertahan dengan berpegangan pada kayu di sekitar jembatan, namun derasnya arus membuat korban akhirnya terlepas dan hanyut terbawa aliran air.

Adapun identitas kedua korban yakni Fatmawati (23) asal Tulang Bawang Barat yang berdomisili di Kampung Baru, lingkungan Universitas Lampung dan Bunga (23) yang berasal dari Metro berdomisili di Darul Hufas, Pesawaran.

Baca juga: Breaking News 2 Mahasiswi Hilang Terseret Arus Sungai Batu Putu Bandar Lampung

Sejumlah unsur langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah mendapat laporan kejadian tersebut.

Tim SAR gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), kepolisian, Palang Merah Indonesia (PMI), serta berbagai unsur relawan seperti IEA, FRRL, dan Satpol PP.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, baik secara manual di sepanjang bantaran maupun menggunakan peralatan pendukung SAR.

Petugas juga menghadapi tantangan berupa arus sungai yang masih cukup deras serta kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.

Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dengan memperluas area penyisiran untuk menemukan korban.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di sekitar aliran sungai, mengingat potensi perubahan arus yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved