Kasus Campak di Lampung
Cegah Campak, Pemprov Lampung Gencarkan Progam Imunisasi, Ideal 3 Dosis Imunisasi
Pemprov Lampung telah mengeluarkan surat edaran serta menggencarkan program imunisasi kejar bagi anak-anak.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribun lampung.co.id, Bandar Lampung - Kasus campak di Provinsi Lampung pada awal tahun 2026 menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat hingga 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 591 kasus suspek campak yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium rujukan nasional terhadap spesimen yang telah dikirim dan diperiksa menunjukkan 52 kasus dinyatakan positif campak.
Kasus positif tersebut tersebar di 8 kabupaten/kota, dengan rincian Lampung Selatan sebanyak 15 kasus, Lampung Utara 10 kasus, Kota Metro 9 kasus, Pringsewu 8 kasus, Tanggamus 7 kasus, Lampung Timur 1 kasus, Tulang Bawang Barat 1 kasus, dan Mesuji 1 kasus.
Sementara itu, hingga saat ini masih terdapat 7 kabupaten/kota lainnya yang belum menerima hasil pemeriksaan laboratorium rujukan nasional terkait spesimen suspek campak.
Baca Juga Diskes Minta Tak Anggap Enteng Campak, Bisa Sebabkan Diare Berat hingga Kematian
Sebagai langkah penanggulangan, Pemprov Lampung telah mengeluarkan surat edaran serta menggencarkan program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
Dimana idealnya anak-anak melakukan 3 kali imunisasi.
"Secara ideal imunisasi dilakukan melalui tiga dosis imunisasi, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar atau 6-7 tahun," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Irman Thamrin, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, meningkatnya kasus saat ini diduga berkaitan dengan tidak lengkapnya cakupan imunisasi pada periode 2021 hingga 2023 saat pandemi Covid-19, yang menyebabkan banyak anak tidak mendapatkan vaksinasi secara optimal.
Sebagai upaya pencegahan campak menurutnya Pemprov melibatkan lintas sektor, seperti pemerintah desa, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sektor pendidikan untuk membantu mendata dan mengarahkan anak-anak agar mendapatkan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.
Terkait ketersedian vaksin, dia memastikan kuota cukup hingga 2 bulan ke depan.
“Ketersediaan vaksin dipastikan aman untuk dua bulan ke depan di seluruh puskesmas. Pada April ini juga pemerintah akan melaksanakan Pekan Imunisasi Dunia untuk memperluas cakupan,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta melakukan isolasi mandiri bagi penderita untuk mencegah penularan lebih luas.
Pemberian vitamin A juga dianjurkan sebagai bagian dari penanganan kasus campak.
| Penularan Campak Relatif Cepat, Dokter Ingkatkan Isolasi Mandiri dan Pentingnya Imunisasi |
|
|---|
| RSUDAM Siapkan Ruang Khusus Bagi Pasien Campak, Kondisi Berat Dirawat di PNRE |
|
|---|
| RSUDAM Catat 2 Kasus Kematian Anak Diduga Campak, Keduanya Belum Diimunisasi |
|
|---|
| Didominasi Balita, Anak Usia 1-5 Tahun Paling Rentan Terpapar Campak |
|
|---|
| Kasus Suspek Campak di Lampung Meningkat, RSUDAM Rawat 76 Pasien Sejak Awal 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Cegah-campak-Pemprov-Lampung-gencarkan-progam-imunisasi.jpg)