Berita Lampung

OAIL Itera Pastikan Sampah Antariksa Tidak Membahayakan

Kepala Pusat OAIL Itera Annisa Novia Indra Putri mengungkapkan, fenomena tersebut terjadi akibat semakin banyaknya peluncuran satelit.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Dok Itera
PERKUAT PERTAHANAN ANTARIKSA - Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (OAIL Itera) menyebut Indonesia perlu memperkuat pertahanan antariksa. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (OAIL Itera) menyebut fenomena jatuhnya sampah antariksa merupakan hal yang wajar dan tidak membahayakan.

Kepala Pusat OAIL Itera Annisa Novia Indra Putri mengungkapkan, fenomena tersebut terjadi akibat semakin banyaknya peluncuran satelit di tingkat global.

Meski begitu, pihaknya menilai Indonesia perlu memperkuat pertahanan antariksa dengan memasang lebih banyak kamera pemantau, stasiun bumi, serta terus mengedukasi masyarakat.

Ia mengatakan, selama ini pemantauan memang dilakukan secara internasional untuk mengurangi risiko dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. 

Namun, penguatan di dalam negeri mutlak diperlukan.

"Indonesia sendiri dinilai perlu memperkuat pertahanan antariksa dengan memasang lebih banyak kamera pemantau, stasiun bumi, serta terus mengedukasi masyarakat," kata Annisa saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).

Sebagai langkah nyata memperkuat pertahanan antariksa tersebut, saat ini OAIL Itera yang tergabung dalam Jejaring Indonesian Sky Patrol Network (ISPN) tengah berupaya mengembangkan teknologi kamera pintar (Smart All-sky Camera).

"Kamera ini dirancang khusus agar bisa mengenali benda jatuh dari luar angkasa secara langsung pada saat kejadian (real-time)," jelasnya.

Proyek yang diketuai oleh Robiatul Muztaba ini digarap bersama institusi besar lainnya seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan anggota ISPN lainnya.

"Harapannya, riset ini bisa terus maju dan memberi manfaat keamanan bagi masyarakat luas," lanjutnya.

Selain dari sisi teknologi, Annisa menilai edukasi kepada masyarakat sangat penting agar tidak timbul kepanikan yang berlebihan.

Mengenai ancaman potensi bahaya yang ditimbulkan dari fenomena benda jatuh, OAIL memastikan bahwa benda asing yang menembus atmosfer tidak membahayalan keselamatan masyarakat bumi.

Pasalnya, saat benda luar angkasa jatuh menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan udara yang sangat kuat akan menciptakan panas ekstrem yang membakar benda tersebut.

"Oleh karena itu, sebagian besar badan roket sudah hangus terbakar di langit," kata dia.

Kalaupun ada sisa potongan kecil yang berhasil bertahan dan jatuh sampai ke permukaan Bumi, potensinya jatuh di area padat penduduk sangatlah kecil. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved