Berita Lampung
Pedagang Pasar Bandar Jaya Minta Pemerintah Denda Pembuang Sampah di Drainase
Kekhawatiran itu menghantui para pedagang karena masih memungkinkan terjadi pendangkalan saluran drainase kembali.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pedagang di Pasar Bandar Jaya, Lampung Tengah mengkhawatirkan kondisi drainase.
- Meskipun Pemkab sudah melakukan pengerukan dan pembersihan.
- Kekhawatiran itu masih menghantui para pedagang karena masih memungkinkan terjadi pendangkalan saluran drainase kembali.
- Sebab masih ada pedagang nakal yang membuang sampah sembarangan ke drainase itu.
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Sejumlah pedagang Pasar Bandar Jaya, Lampung Tengah mengkhawatirkan kondisi drainase meskipun Pemkab sudah melakukan pengerukan dan pembersihan.
Kekhawatiran itu menghantui para pedagang karena masih memungkinkan terjadi pendangkalan saluran drainase kembali.
Sebab masih ada pedagang nakal yang membuang sampah sembarangan ke drainase itu. Ketika tidak ada perubahan prilaku, khawatir banjir besar yang pernah terjadi terulang lagi.
Salah seorang pedagang ikan asin, Ade mengatakan bahwa kondisi drainase di pasar setempat kondisinya lama tidak terawat. Sehingga menjadi penyebab utama genangan air saat hujan deras maupun saat aktivitas pasar sedang tinggi.
"Drainasenya ini mungkin sudah melewati batas (butuh perawatan) karena tidak dibersihkan. Selain itu, masih ada pedagang yang buang sampah sembarangan, jadi makin parah," ujar Ade saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/4/2026).
Baca juga: Tiga Pencuri Sawit di Lampung Tengah Jadi Buronan
Menurut dia, banjir yang terjadi belum lama ini tergolong cukup parah. Genangan air bahkan mencapai area terminal dan meluas hingga ke jalan lintas di sekitar pasar.
Lapak miliknya pun tak luput dari dampak banjir, dengan ketinggian air mencapai sekitar lutut orang dewasa.
"Di lapak saya terendam se mata kaki. Jadi terpaksa saya tinggikan pakai batu dan papan supaya tetap bisa berjualan," katanya.
Ade juga mengungkapkan bahwa genangan air cenderung sulit surut. Ia menduga hal ini disebabkan oleh aliran air dari area lain. Seperti lokasi penjualan ikan basah, yang terus mengalir ke titik tersebut.
"Airnya enggak pernah benar-benar surut. Paling cuma berkurang sedikit kalau aktivitas di atas lagi sepi," ucapnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pembersihan yang sempat dilakukan oleh pemerintah daerah.
Kondisi drainase dinilai mulai membaik, meskipun masih terdapat kekhawatiran terkait saluran yang tidak ditutup. Sehingga berpotensi kembali dipenuhi sampah.
"Kalau drainase terbuka memang bisa kita kontrol, tapi risikonya sampah masuk lagi juga besar," ujarnya.
Ke depan, Ade berharap ada langkah tegas dari pengelola pasar maupun pemerintah daerah untuk mencegah masalah serupa terulang.
Ia menyarankan pembuatan aturan tertulis yang disertai sanksi bagi pedagang yang membuang sampah sembarangan.
| Pola dan Motif Helau Batik Datang dari Insting, Emosi hingga Ikon Daerah |
|
|---|
| Bangunan bekas pabrik kertas di Lamteng Terbakar, 5 Damkar Perusahaan Dikerahkan |
|
|---|
| Kasat Samapta Polres Lampung Timur Suyatmo Resmi Sandang Pangkat Kompol |
|
|---|
| Koheri Tekankan Peran Kegiatan Keagamaan dalam Pembangunan Nonfisik di Lampung Tengah |
|
|---|
| 2.667 Jemaah Telah Masuk ke Asrama Haji Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pedagang-Soroti-Drainase-Pasar-Bandar-Jaya-Lampung-Tengah-Banjir-Dipicu-Sampah.jpg)