Berita Lampung

Buka Musrenbang, Gubernur Mirza Fokus Program Desaku Maju

Pemprov Lampung membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Tahun 2027 di Gedung Balai Keratun.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
MUSRENBANG - Pemprov Lampung membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Tahun 2027 di Gedung Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (13/4/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemprov Lampung membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Tahun 2027 di Gedung Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Provinsi Lampung, serta para bupati dan wali kota se-Lampung.

Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan (ormas), akademisi, dunia usaha, insan pers, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMN dan BUMD, instansi vertikal, camat, hingga perwakilan desa/kelurahan.

Dalam forum tersebut, gubernur menegaskan arah pembangunan Lampung ke depan difokuskan pada penguatan ekonomi desa melalui program unggulan Desaku Maju tahun 2026 yang menjadi bagian strategi menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik Lampung sebagai daerah berbasis pertanian, di mana desa sebagai pusat produksi belum menikmati nilai tambah ekonomi secara optimal.

“Selama ini petani hanya menjual bahan mentah. Ke depan kita dorong desa mampu menghasilkan produk jadi agar nilai tambah dinikmati langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Mirza menyebut program Desaku Maju mencakup sejumlah intervensi strategis, di antaranya peningkatan produksi melalui distribusi pupuk hayati cair ke 1.500 lokasi desa di seluruh kabupaten/kota. 

Program ini ditargetkan mampu memperbaiki struktur tanah, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, serta meningkatkan produktivitas hingga 25 persen.

Selain itu, peningkatan nilai tambah dilakukan melalui penyediaan fasilitas pengering (dryer). 

Dengan adanya dryer, harga komoditas seperti gabah, jagung, dan singkong dapat meningkat signifikan karena tidak lagi dijual dalam kondisi basah.

Di sisi sumber daya manusia (SDM), Pemprov Lampung juga menjalankan program vokasi di ratusan desa untuk mencetak tenaga kerja terampil di sektor pertanian dan pengolahan hasil. 

Program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di desa.

Pemerintah juga mengalokasikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp 10 juta per desa yang menjangkau lebih dari 2.400 desa di Lampung

Dukungan ini diperkuat dengan penguatan Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Tak hanya itu, peningkatan aksesibilitas juga menjadi perhatian melalui pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan guna memperlancar distribusi hasil pertanian.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved