Berita Lampung

RSUD Pesawaran Beberkan Kondisi Warga Tersambar Petir

Diketahui, dua warga tersambar petir di area persawahan Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Senin (13/4/2026) sore. 

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah
TERSAMBAR PETIR - (Ilustrasi) Kondisi Pratikno (55), korban sambaran petir di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, dilaporkan mulai membaik.  

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kondisi Pratikno (55), korban sambaran petir di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, dilaporkan mulai membaik. 

Saat ini pasien masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pesawaran.

Diketahui, dua warga tersambar petir di area persawahan Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Senin (13/4/2026) sore. 

Dalam peristiwa tersebut, korban bernama Wiwik Widayati (52) meninggal dunia di lokasi kejadian.

Humas sekaligus Kepala Seksi Pengendali Instalansi RSUD Pesawaran Riski Ilhamsyah menyampaikan bahwa pasien kini sudah sadar setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan kesadaran saat pertama kali masuk ke instalasi gawat darurat (IGD).

“Alhamdulillah kondisi pasien sudah sadarkan diri dan sudah mulai menjalani terapi untuk pelepasan oksigen. Sebelumnya memang sempat menggunakan bantuan oksigen,” ujar Riski, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, selama menjalani perawatan, pasien telah mendapatkan penanganan dari tiga dokter spesialis, yakni spesialis penyakit dalam, bedah, dan saraf.

Meski kondisi mulai membaik, pihak rumah sakit saat ini tengah memproses rujukan pasien ke rumah sakit lain. 

Hal tersebut dilakukan karena pasien masih membutuhkan penanganan lanjutan dari dokter spesialis jantung yang belum tersedia di RSUD Pesawaran.

“Untuk saat ini kami sedang dalam proses rujukan, karena pasien perlu dikonsultasikan juga ke dokter jantung. Rujukan sudah kami kirim ke beberapa rumah sakit, seperti RS Advent, RS Abdul Moeloek, dan satu rumah sakit lainnya,” jelasnya.

Riski menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan kronologi lengkap sejak awal pasien masuk hingga menjalani perawatan, karena masih dalam proses penyusunan oleh tim pelayanan rumah sakit.

“Untuk kronologi lengkap sedang kami susun. Nanti akan kami sampaikan secara resmi,” tambahnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, menyusul insiden warga tersambar petir di wilayah Kecamatan Gedong Tataan.

Sekretaris BPBD Pesawaran Muzamil Mara mengatakan, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya di area terbuka seperti persawahan.

“Kami mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir. Jika kondisi cuaca memburuk, sebaiknya segera mencari tempat perlindungan yang aman,” ujar Muzamil, Selasa (14/3/2026).

Menurut Muzamil, kejadian warga tersambar petir masih berpotensi terjadi, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. 

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memperhatikan tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.

BPBD juga mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon, menghindari penggunaan alat elektronik di ruang terbuka, serta menjauhi area persawahan atau lapangan saat terjadi petir.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami berharap masyarakat lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Muzamil.

BPBD Pesawaran memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna meminimalisasi risiko bencana di wilayah tersebut.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved