Berita Lampung

Puskesmas Garda Terdepan Penanganan Kasus TBC di Bandar Lampung

Kegiatan kunjungan dua wakil menteri dipusatkan di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
PROGRAM KESEHATAN- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat acara kunjungan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) 2 Repbulik Indonesia dr Benjamin  Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri (2) Republik Indonesia, Akhamd Wiyagus, Selasa (14/4/2026) di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas dalam RPJMD 2025-2029.
  • Termasuk upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Bandar Lampung.
  • Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran puskesmas sebagai garda terdepan.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Eva Dwiana mengungkap itu dalam acara kunjungan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) 2 Republik Indonesia dr Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri (2) Republik Indonesia, Akhamd Wiyagus.

Kegiatan kunjungan dua wakil menteri tersebut dipusatkan di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Ditambahkan Eva Dwiana, komitmen prioritas kesehatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan. Antara lain pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat.

Warga cukup menunjukkan KTP Kota Bandar Lampung untuk mendapatkan layanan baik di puskesmas maupun rumah sakit. Termasuk rumah sakit negeri dan swasta.

Baca juga: Pemprov Dalami Teknis Desa Siaga TBC, Perkuat Koordinasi dengan Daerah

Pemkot Bandar Lampung juga menyediakan layanan ambulans dan mobil jenazah gratis. Serta pelayanan kesehatan door to door yang menyasar masyarakat rentan.

Upaya ini turut diperkuat melalui layanan posyandu, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi. Serta pelayanan keluarga berencana.

"Tak hanya fokus pada layanan, pemerintah juga terus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Daerah RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo," ujarnya.

Eva Dwiana menyebut, kebijakan tersebut berdampak positif terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandar Lampung yang pada 2025 mencapai 81,26 atau kategori sangat tinggi.

Selain itu, usia harapan hidup masyarakat juga meningkat hingga 75,21 tahun. Dari sisi fasilitas, Kota Bandar Lampung saat ini memiliki satu rumah sakit daerah tipe C dan tengah membangun gedung baru 10 lantai khusus penyakit dalam.

"Selain itu, terdapat 31 puskesmas yang terdiri dari 15 puskesmas rawat jalan dan 16 puskesmas rawat inap, 50 pustu, serta 126 pos pelayanan kesehatan kelurahan (poskeskel)," ujarnya.

Pelayanan kesehatan juga didukung ribuan kader, yakni 4.236 kader posyandu dan 630 kader poskeskel yang seluruhnya mendapatkan insentif dari pemerintah kota.

Selain itu, terdapat pula kader PPKBD, sub PPKBD, BKB, hingga tim pendamping keluarga yang berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC), Pemkot Bandar Lampung telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB) melalui keputusan wali kota.

Penanganan dilakukan melalui sistem surveilans, pencatatan dan pelaporan, serta pelayanan door to door guna mendukung deteksi dini dan penanganan cepat kasus TBC.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved