Harga BBM Nonsubsidi Naik
Harga BBM Non Subsidi Naik, Pengamat Ungkap Dampak Ekonomi dan Masyarakat
Kenaikan harga BBM non subsidi berpotensi memberikan tekanan tidak langsung terhadap perekonomian.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Sementara itu, sektor riil seperti logistik, manufaktur, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi pihak yang paling terdampak.
Tidak semua pelaku usaha memiliki ruang untuk menaikkan harga, sehingga berisiko menekan margin usaha.
Untuk itu, pemerintah diminta memperkuat langkah pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan dan distribusi, guna meredam dampak lanjutan dari kenaikan biaya energi.
Selain itu, transparansi dalam penetapan harga BBM juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam mengambil keputusan ekonomi.
Di sisi lain, Pertamina diharapkan dapat mempertimbangkan mekanisme penyesuaian harga yang lebih bertahap ke depan.
Langkah ini dinilai penting agar fluktuasi harga tidak memberikan tekanan besar dalam waktu bersamaan.
Secara keseluruhan, kebijakan kenaikan harga BBM non subsidi ini dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang ekonomi nasional.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Waspada Efek Domino, Pemprov Lampung Fokus Cegah Lonjakan Konsumsi Energi Subsidi |
|
|---|
| Sindiran Bahlil ke Orang Kaya yang Beralih ke BBM Subsidi, Akan Perketat Pengawasan |
|
|---|
| Menteri Bahlil Tak Jamin Harga Pertamax 92 Tak Naik, Tergantung Harga Minyak Dunia |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Melejit, Mobil Hybrid Jadi Solusi? |
|
|---|
| Harga Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Ojol di Bandar Lampung Mengeluh Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pengamat-ekonomi-dan-keuangan-UIN-Raden-Intan-soal-kenaikan-bbm-non-subsidi.jpg)