Lampu Jalan di Jalinteng Lampung

Penyebab Lampu Jalan di Jalinteng Lampung Banyak Hilang, Sopir Truk Waspada

Penyebab banyaknya lampu jalan di Jalinteng Lampung hilang diduga dicuri. Sopir truk mengaku harus ekstra waspada karena jalan sering gelap total.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
LAMPU JALAN HILANG - Banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang hilang diduga akibat pencurian komponen, mulai dari baterai hingga tiangnya. Dampaknya terasa langsung bagi para pengendara yang melintas di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, terutama pada malam hari. 
Ringkasan Berita:
  • Banyak PJU hilang/rusak di Jalintengsum Bandar Lampung, Lampung–bandara.
  • Diduga dicuri, dari baterai hingga tiang. Jalan gelap, rawan kecelakaan & kriminal.
  • Perbaikan terkendala anggaran. Pemerintah diminta segera tangani.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang hilang diduga akibat pencurian komponen, mulai dari baterai hingga tiangnya.

Dampaknya terasa langsung bagi para pengendara yang melintas di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, terutama pada malam hari.

Ibnu (33) menjadi seorang di antaranya yang merasakan kondisi tersebut.

Sopir truk asal Way Kanan, Lampung itu mengaku harus ekstra waspada saat melintas di jalur tersebut pada malam hari.

Ia mengatakan penerangan di jalan negara itu sangat minim karena banyak lampu PJU yang mati.

Baca juga: Lampu Jalan Menuju Bandara di Lampung Tinggal Tersisa Fondasi, Hilang Dicuri

Khususnya di Jalintengsum dari kawasan Natar menuju Bandara Radin Inten II.

“Lampu banyak yang mati. Kadang benar-benar gelap, cuma mengandalkan lampu kendaraan saja,” ujarnya.

Kondisi jalan yang gelap bukan tanpa sebab.

Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas strategis Bandar Lampung menuju Bandara ini dilaporkan rusak hingga hilang.

Di beberapa titik bahkan hanya tersisa tiang atau fondasinya saja tanpa lampu.

Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar yang membutuhkan jarak pandang lebih luas.

Seperti di Desa Hajimena, jarak antar lampu PJU bahkan mencapai 50 hingga 100 meter.

Sementara di area perkebunan sawit sebelum flyover Natar, kondisi gelap masih mendominasi meski sebagian sudah dipasang lampu tenaga surya.

Keluhan serupa juga datang dari pengguna jalan lain.

Mereka mengaku khawatir melintas pada malam hari karena minimnya penerangan membuat jalan rawan kecelakaan maupun tindak kriminal.

Di sisi lain, pemerintah mengakui persoalan ini tidak sederhana.

Kepala BPTD Kelas II Lampung Jonter Sitohang mengatakan kerusakan PJU dipicu berbagai faktor, mulai dari usia alat, gangguan teknis, hingga pencurian komponen.

“Yang dicuri itu ada yang baterainya saja, ada juga sampai tiangnya,” jelasnya.

Dari total 76 titik lampu di ruas Bandar Lampung–Tegineneng, beberapa di antaranya tidak berfungsi optimal.

Ironisnya, banyak kasus kehilangan baru diketahui setelah fasilitas tersebut benar-benar hilang tanpa jejak.

Keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan dalam perbaikan maupun penambahan fasilitas.

Perbaikan lampu yang rusak akibat pencurian harus melalui skema prioritas, menyesuaikan ketersediaan dana.

Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPR RI Mukhlis Basri mendorong adanya perhatian serius dari pemerintah pusat.

Ia menilai jalur menuju bandara merupakan akses vital yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih, terutama dari sisi keamanan dan penerangan.

Namun di lapangan, waktu terus berjalan sementara jalanan tetap gelap.

Bagi para sopir seperti Ibnu, harapan mereka sebenarnya sederhana: penerangan jalan yang layak agar perjalanan terasa lebih aman.

“Kalau terang, kita juga lebih tenang di jalan,” katanya.

( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved