Jemaah Haji Lampung
Menuju Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Lampung Persiapkan Batin dan Fisik
Menuju puncak ibadah haji, para jemaah memanfaatkan waktu berharga untuk memperbanyak amalan spiritual dan menjaga ketahanan fisik.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Suasana khusyuk menyelimuti tenda-tenda jemaah haji asal Provinsi Lampung di Padang Arafah jelang wukuf, Selasa (26/5/2026).
- Menuju puncak ibadah haji ini, para jemaah memanfaatkan waktu berharga untuk memperbanyak amalan spiritual.
- Juga menjaga ketahanan fisik untuk persiapan menuju padang arafah bersama jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana khusyuk menyelimuti tenda-tenda jemaah haji asal Provinsi Lampung di Padang Arafah menjelang pelaksanaan inti ibadah haji, yaitu wukuf, Selasa (26/5/2026).
Menuju puncak ibadah haji, para jemaah memanfaatkan waktu berharga untuk memperbanyak amalan spiritual dan menjaga ketahanan fisik.
Dengan pakaian ihram putih yang dikenakan, para jemaah telah bersiap menuju padang arafah bersama jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Ketua Kloter JKG 07 asal Bandar Lampung, Winardi menceritakan kondisi hingga aktivitas keagamaan para jemaah selama di Arafah.
"Kami tiba di Arafah kemarin sore. Selepas salat subuh dan sarapan pagi tadi, para jemaah kami arahkan untuk beristirahat sejenak demi mengumpulkan energi, sementara sebagian lainnya langsung mengisi waktu dengan tilawah dan berzikir mandiri," ujar Winardi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Jemaah Haji Lampung Mulai Bergerak ke Arafah, Lansia dan Risti Diterapkan Skema Murur
Diketahui, rangkaian prosesi puncak wukuf merupakan inti ibadah haji, yakni prosesi berdiam diri dan berdoa di Padang Arafah, dan dimulai tepat menjelang masuknya waktu zuhur.
Rangkaian ibadah akan dibuka secara resmi dengan khotbah wukuf, yang kemudian dilanjutkan dengan salat zuhur dan asar.
Salat tersebut dilaksanakan secara jamak qashar, yakni sebuah keringanan dalam syariat Islam untuk menggabungkan dua waktu salat sekaligus meringkas jumlah rakaatnya yang tadinya 4 rakaat menjadi 2 rakaat saja (qashar).
"Selepas salat, kami akan menggelar zikir bersama yang dipandu langsung oleh petugas kloter. Setelah itu, jemaah diberikan waktu seluas-luasnya untuk melakukan ibadah mandiri, baik berdoa maupun bertafakur di dalam tenda hingga waktu magrib tiba," paparnya.
Usai mengagungkan nama Allah sepanjang hari di Arafah, jemaah haji JKG 07 dijadwalkan mulai bersiap meninggalkan lokasi pemondokan setelah magrib untuk bergerak menuju Muzdalifah.
Pergerakan ini diatur ketat oleh maktab, yaitu badan hukum atau lembaga di Arab Saudi yang berwenang mengurus logistik, tenda, dan transportasi bus jemaah.
"Berdasarkan jadwal koordinasi dengan pihak maktab, kloter kami mendapatkan jadwal keberangkatan di trip keempat, yaitu sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 waktu Arab Saudi. Kami berharap seluruh prosesi ini berjalan tertib dan lancar," tutur Winardi.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Jemaah Haji Lampung Mulai Bergerak ke Arafah, Lansia dan Risti Diterapkan Skema Murur |
|
|---|
| 2 Skema Khusus Disiapkan untuk Antisipasi Penumpukan Jemaah Saat Armuzna |
|
|---|
| 22 Jemaah Haji Pringsewu Pakai Kursi Roda, Kesehatan Jadi Perhatian Jelang Puncak Ibadah |
|
|---|
| 2 Jemaah Haji Lampung Sempat Tunda Berangkat Kini Diterbangkan ke Tanah Suci |
|
|---|
| Jemaah Haji Asal Lampung Timur Wafat di Arab Saudi, Punya Penyakit Bawaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Menuju-Wukuf-di-Arafah-Jemaah-Haji-Lampung-Persiapkan-Batin.jpg)