Jemaah Haji Lampung

Jemaah Haji Lampung Mulai Bergerak ke Arafah, Lansia dan Risti Diterapkan Skema Murur

Khusus untuk jemaah haji asal Lampung, ribuan jemaah telah mulai bergerak secara bertahap sejak Minggu, (24/5/2026)

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Istimewa/Ketua JKG 21
JEMAAH HAJI - Suasana Jemaah Haji asal Lampung bersiap melaksanakan rangkaian Armuzna. 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji asal Lampung, ribuan jemaah telah mulai bergerak secara bertahap sejak Minggu, (24/5/2026) malam.
  • Seluruh jemaah telah melakukan berbagai persiapan wajib sebelum bertolak.
  • Sebanyak 113 orang dari 445 jemaah Kloter JKG 07 asal Bandar Lampung melakukan Armuzna lewat skema Murur.

Tribunlampung.co.id, Mekah – Jutaan jemaah haji dari seluruh dunia mulai bergerak menuju Arafah untuk bersiap melaksanakan rangkaian perjalanan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi puncak ibadah haji.

Khusus untuk jemaah haji asal Lampung, ribuan jemaah telah mulai bergerak secara bertahap sejak Minggu, (24/5/2026) malam Waktu Arab Saudi.

Ketua Kloter JKG 07 asal Bandar Lampung, Winardi mengatakan, dari total 445 jemaah rombongannya, terdapat 113 orang diantaranya  melakukan Armuzna lewat skema Murur.

"Hari ini, JKG 07 melakukan pergerakan menuju Arafah di sesi kedua, atau siang. Jemaah berangkat langsung dari hotel pemondokan," ujar Winardi saat dihubungi melalui sambunagn telepon, Senin (25/5/2026).

Terkait kesiapan fisik, Winardi menjelaskan bahwa seluruh jemaah telah melakukan berbagai persiapan wajib sebelum bertolak.

Baca juga: Jemaah Haji Lampung Dapat Penanganan Medis, Imbas Kelelahan dan Cuaca Ekstrem

"Semua jemaah sudah melakukan persiapan wajib seperti mandi sunah hingga memakai kain ihram," Kata dia.

Ia juga memastikan kondisi kesehatan jemaah JKG 07 dalam keadaan prima dan tidak ada yang dirawat, meski cuaca di Arab Saudi tergolong cukup ekstrem.

"Suhu pagi ini masih normal, mudah-mudahan bagus sampai siang, karena kalau siang kemarin bisa mencapai 45 hingga 48 derajat celcius,"

"Untuk kondisi jemaah, Alhamdulillah sejauh ini tidak ada jemaah kami yang dirawat atau membutuhkan penanganan khusus," tambahnya.

Untuk JKG 07, Winardi memaparkan tidak ada jemaah yang mengambil skema tanazul karena jarak hotel ke Mina yang cukup jauh. 

Namun, sebanyak 113 jemaah yang masuk dalam kategori lansia, risti, dan disabilitas dipastikan mengambil skema murur.

Adapun skema Murur merupakan sistem di mana jemaah haji setelah melaksanakan wukuf di Arafah, hanya melintas di Muzdalifah di dalam bus tanpa turun dari kendaraan. 

Ia menuturkan, skema ini diprioritaskan untuk jemaah lansia, resiko tinggi, dan penyandang disabilitas guna menjaga keselamatan jiwa serta mengurai kepadatan di area Muzdalifah. 

Setibanya di Mina, jemaah bisa langsung beristirahat untuk persiapan melontar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.

"Untuk mengawal jemaah murur ini, kami membagi petugas. Jemaah lansia dan risti didampingi oleh dokter kloter dan Pembimbing Ibadah (Bimbad). Sementara saya selaku ketua kloter, bersama perawat dan Petugas Haji Daerah (PHD), akan mengawal jemaah di luar skema murur," jelas Winardi. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved