Berita Lampung
Jemaah Haji Lampung Dapat Penanganan Medis, Imbas Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Sejumlah jemaah haji asal Lampung mengalami keluhan kesehatan akibat kelelahan hingga cuaca ekstrem jelang rangkaian puncak haji.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Sejumlah jemaah haji asal Provinsi Lampung mengalami keluhan kesehatan akibat kelelahan hingga cuaca ekstrem jelang rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
- Ketua JKG 21 asal Lampung, Muhammad Haikal Ahra, mengatakan kondisi fisik jemaah asal Lampung secara umum masih berada dalam keadaan yang cukup baik.
- Hanya saja, terdapat dua orang jemaah yang ia pimpin harus mendapat perawatan khusus dari petugas kesehatan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sejumlah jemaah haji asal Provinsi Lampung mengalami keluhan kesehatan akibat kelelahan hingga cuaca ekstrem jelang rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ketua JKG 21 asal Lampung, Muhammad Haikal Ahra, mengatakan kondisi fisik jemaah asal Lampung secara umum masih berada dalam keadaan yang cukup baik.
Meski tak ada jemaah yang dirujuk ke rumah sakit setempat, Haikal menyebut terdapat dua orang jemaah yang ia pimpin harus mendapat perawatan khusus dari petugas kesehatan kloter.
"Kesehatan jamaah selama ini cukup baik, hanya ada yang sakit ringan batuk dan pusing, kelelahan karna aktivitas lebih banyak dr biasanya," tutur Haikal saat dihubungi, Kamis (21/5/2026)
"Cuaca pada siang hari di Makkah bisa sampai 44 derajat," imbuhnya.
Baca juga: Seluruh Jemaah Calon Haji asal Lampung Sudah Berangkat ke Tanah Suci
Guna mengantisipasi penurunan kondisi fisik yang lebih parah, tim medis di setiap kloter terus bersiaga penuh melakukan pencegahan.
Setiap kloter diperkuat oleh satu orang dokter, satu orang perawat, ditambah dengan Petugas Haji Daerah (PHD) yang aktif memantau kondisi para jemaah.
Ia menyebut, tim kesehatan ini secara rutin melakukan pemeriksaan dengan cara berkeliling dari kamar ke kamar jemaah setiap harinya.
Fokus utama dari pemeriksaan berkala ini adalah para jemaah yang masuk kategori lanjut usia serta mereka yang memiliki risiko tinggi (risti).
"Untuk JKG 21 dan kloter JKG lain nya setiap kloter ada 1 orang dokter, dan 1 orang perawat plus PHD kesehatan yang setiap hari keliling kamar-kamar jamaah terutama pokus mereka ke jamaah lansia dan resiko tinggi kesehatan," paparnya.
Bagi jemaah yang mengalami sakit ringan, penanganan awal dilakukan mandiri menggunakan persediaan obat-obatan pribadi yang dibawa dari tanah air.
Obat-obatan bawaan tersebut sebelumnya telah divalidasi dan mendapatkan resep resmi dari puskesmas masing-masing sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
"Untuk yang sakit ringan, jamaah memiliki obat masing2 yang dibawa dari tanah air resep di validasi oleh puskesmas masing-masing," urainya.
Hingga saat ini, Muhammad Haikal Ahra memastikan belum ada laporan mengenai jemaah dari kloter JKG 21 yang harus dilarikan atau dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Arab Saudi.
Kendati demikian, petugas medis kloter langsung bergerak cepat memberikan tindakan darurat di dalam kamar hotel bagi jemaah yang kondisi kesehatannya drop
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Jemaah-Haji-Lampung-Dapat-Penanganan-Medis.jpg)