Berita Lampung

Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Dipangkas

Zulhas menyebut, sebagai bukti adalah penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung telah mencapai 282.796 ton.

Tayang:
Tribunlampung.co.id
REMBUK TANI - Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri acara Rembuk Tani di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026). Dalam acara itu, Sekprov Lampung Marindo Kurniawan dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi. 

Melalui forum Rembuk Tani, Zulhas berharap persoalan distribusi pupuk dapat dipantau langsung di lapangan sekaligus memastikan petani memperoleh akses sarana produksi secara lebih cepat dan merata.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Zulhas didampingi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta jajaran pemerintah daerah.

Zulhas memaparkan alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2026 mencapai 9.845.686 ton, dengan rincian sektor pertanian sebesar 9,55 juta ton dan sektor perikanan 295.686 ton. Sementara untuk wilayah Sumatera, realisasi penyaluran pupuk rata-rata telah mendekati 40 persen. 

Khusus di Lampung, serapan pupuk tercatat mencapai 282.796 ton atau sekitar 40 persen dari total alokasi 713.970 ton. “Artinya distribusi sudah berjalan baik dan terus kita dorong agar tepat waktu,” ujarnya.

Zulhas menambahkan, pemerintah tengah mendorong penguatan industri pupuk nasional, termasuk pembangunan tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan.

“Dengan sistem distribusi yang lebih sederhana dan produksi yang meningkat, kita optimistis kebutuhan pupuk dalam negeri bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” tandasnya.

Zulhas mengatakan, serapan pupuk subsidi dipastikan meningkat setelah pemerintah melakukan reformasi birokrasi, terutama yang berkaitan dengan pendistribusian pupuk subsidi.

Menurut dia, penyederhanaan birokrasi ini tak cuma berimbas pada peningkatan serapan pupuk bersubsidi, melainkan juga mendongkrak produksi pertanian karena pupuk bersubsidi sampai di petani tepat waktu.

Tingkatkan Nilai Tambah

Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memastikan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh program tersebut. Ia menyebut, keberadaan fasilitas seperti pabrik pengolahan dan mesin penggilingan akan menjadi solusi dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di tingkat desa.

Menurutnya, target utama ke depan adalah memastikan ketahanan pangan di Lampung tetap terjaga, didukung distribusi pupuk yang lancar serta peningkatan produksi padi.

“Ketika produksi padi terjaga, maka kita pastikan nilai tambahnya juga dinikmati petani. Melalui program dryer dari Pemprov dan RMU dari Menko Pangan, proses peningkatan nilai itu terjadi di desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan gudang penyimpanan seperti silo dan fasilitas Bulog akan memperkuat sistem logistik pangan di daerah. Dengan demikian, ketahanan pangan tidak hanya terpusat, tetapi tersebar hingga ke desa-desa.

Program tersebut, lanjut Marindo, tidak hanya difokuskan di Lampung Selatan, melainkan akan diterapkan secara menyeluruh di wilayah Provinsi Lampung.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas menilai kenaikan serapan pupuk sebesar 2,5 juta ton atau setara 40 persen merupakan sinyal kuat bagi produktivitas petani.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved