Berita Lampung

Pesawaran Perkuat Intervensi 1.000 HPK untuk Tekan Stunting

Fokus ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk mengejar target penurunan stunting yang selaras dengan program nasional.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Pixabay
HAMIL - Ilustrasi. Pesawaran Perkuat Intervensi 1.000 HPK untuk Tekan Stunting. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pesawaran fokus percepatan penurunan stunting lewat intervensi 1.000 HPK. 
  • Posyandu dioptimalkan untuk pemantauan balita, edukasi, dan PMT. 
  • Layanan ibu-anak, sanitasi, dan desa ODF diperkuat. Tren menurun namun terkendala geografis, SDM, dan kesadaran. 
  • Pendataan by name by address diterapkan, kolaborasi lintas sektor didorong.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan memfokuskan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode yang dianggap paling menentukan tumbuh kembang anak.

Fokus ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk mengejar target penurunan stunting yang selaras dengan program nasional.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pesawaran, Trio Pranoto, mengatakan penguatan intervensi pada fase 1.000 HPK menjadi prioritas karena masa tersebut berpengaruh langsung terhadap kualitas kesehatan anak di masa depan.

“Periode 1.000 HPK menjadi titik paling krusial dalam pencegahan stunting, sehingga intervensinya harus diperkuat sejak awal,” kata Trio, Senin (4/5/2026).

Selain memperkuat intervensi pada ibu hamil dan balita, pemerintah daerah juga mengoptimalkan peran posyandu sebagai layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

 Melalui posyandu, pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi keluarga, hingga pemberian makanan tambahan dilakukan secara rutin.

Di sisi lain, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi perhatian, termasuk pelayanan antenatal care (ANC), persalinan, serta layanan neonatal. 

Pemerintah daerah turut mendorong percepatan desa bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF) serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Menurut Trio, aspek sanitasi dan akses air bersih masih menjadi faktor penting yang memengaruhi angka stunting di daerah.

“Perbaikan sanitasi dan ketersediaan air bersih tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting,” ujarnya.

Pemkab Pesawaran juga mengandalkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski tren stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun, sejumlah wilayah di Pesawaran masih menjadi perhatian karena keterbatasan akses layanan kesehatan dan sanitasi dasar.

Program penanganan di lapangan dilakukan melalui puskesmas dan posyandu, seperti pemantauan rutin pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), serta kunjungan rumah bagi kelompok berisiko.

Namun, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi geografis yang beragam, keterbatasan tenaga kesehatan, serta rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya gizi dan pola asuh anak.

Untuk memastikan intervensi lebih tepat sasaran, Dinas Kesehatan telah menerapkan sistem pendataan berbasis nama dan alamat (by name by address) yang terus diperkuat hingga tingkat desa.

Trio berharap seluruh pihak dapat terlibat aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Pesawaran.

“Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media agar target penurunan stunting bisa tercapai dan melahirkan generasi yang lebih sehat,” katanya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved