Berita Lampung

Akademisi Unila Nilai Program Rumah MBR Belum Tepat Sasaran

Impelementasi penerima manfaat program rumah subsidi dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanya 30 persen.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Istimewa
RUMAH SUBSIDI - Dosen Ekonomi Pembangunan yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung Prof. Dr. Marselina, S.E., M.P.M., PIA menilai program rumah subsidi pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) belum tepat sasaran. 

Tak hanya itu, lokasi rumah subsidi yang umumnya berada jauh dari pusat kota juga dinilai menjadi persoalan tersendiri.

Akses menuju pasar, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya masih minim sehingga menyulitkan penghuni.

Marselina turut menyoroti pola penagihan kredit rumah subsidi yang dinilai kurang manusiawi. Menurut dia, masyarakat kecil kerap mendapat tekanan saat terlambat membayar cicilan.

"Baru telat dua hari sudah didatangi penagih bersama aparat lingkungan. Padahal seharusnya ada tahapan peringatan sesuai aturan perbankan," ujarnya.

Di tengah kondisi ekonomi saat ini, Marselina meminta pemerintah dan pihak perbankan lebih lunak terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak penurunan ekonomi dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia mengusulkan adanya relaksasi atau perpanjangan masa penagihan cicilan agar masyarakat tidak kehilangan tempat tinggalnya. "Harus ada kebijakan yang lebih soft karena masyarakat kecil sekarang paling terdampak kondisi ekonomi," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved