Berita Lampung

Bulog Lampung Serap 369 Ribu Ton Gabah Petani hingga Mei 2026

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra mengatakan optimalisasi penyerapan hasil panen raya ini dilakukan guna memperkuat ketahanan pangan.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bulog Lampung
PENYERAPAN GABAH - Petugas Bulog saat menyerap gabah petani. Tercatat Bulog Lampung telah menyerap sekitar 369 ribu ton gabah hingga Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mencatat realisasi penyerapan gabah di berbagai sentra produksi padi Provinsi Lampung.
  • Penyerapan gabah itu telah mencapai angka signifikan yakni sebanyak 369.000 ton hingga Mei 2026.
  • Optimalisasi penyerapan hasil panen raya ini dilakukan guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungPerum Bulog Kantor Wilayah Lampung mencatat realisasi penyerapan gabah di berbagai sentra produksi padi Provinsi Lampung telah mencapai angka signifikan yakni sebanyak 369.000 ton hingga Mei 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra mengatakan optimalisasi penyerapan hasil panen raya ini dilakukan guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional

Menurutnya, langkah masif ini merupakan bentuk komitmen nyata Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mengamankan cadangan beras pemerintah.

Berkat keberhasilan serapan tersebut, saat ini stok yang dikuasai Perum Bulog Kanwil Lampung berada di angka aman yakni sekitar 200.000 ton setara beras. 

Rindo menegaskan, ketersediaan stok tersebut sangat mencukupi untuk kebutuhan penyaluran program pemerintah ke depan.

Baca juga: Tekan Inflasi, Bulog Lampung Distribusikan MinyaKita Lewat Operasi Pasar Murah

"Penyerapan gabah petani terus kami optimalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar Rindo Safutra, Rabu (13/5/2026).

Untuk menampung volume yang besar, Bulog Lampung telah melakukan langkah strategis dengan memperluas kapasitas penyimpanan secara maksimal. 

Tercatat, kapasitas gudang kini telah ditingkatkan dari kapasitas eksisting melalui skema kerja sama dan penyewaan gudang tambahan.

"Kapasitas gudang saat ini mencapai 200 persen dari kapasitas eksisting yang dilakukan skema kerja sama dan penyewaan gudang tambahan," lanjutnya.

Titik-titik gudang strategis tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh gabah dan beras hasil serapan tersimpan dengan kualitas yang tetap terjaga. 

Selain memenuhi kebutuhan lokal, Lampung juga berperan penting sebagai pemasok beras untuk wilayah Jambi, Sumatera Barat, hingga Bengkulu.

Distribusi lintas provinsi ini pun menyasar wilayah DKI Jakarta dan Banten guna menyeimbangkan stok pangan di tingkat nasional. 

Upaya pemerataan stok ini menjadi kunci utama agar tidak terjadi ketimpangan harga antar wilayah di Indonesia.

"Sinergi dengan petani lokal akan terus dipererat demi mendukung kedaulatan pangan nasional. Strategi ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sektor swasembada pangan," ujarnya.

Dengan manajemen stok yang kuat, Bulog optimis ketersediaan pangan bagi masyarakat Lampung akan selalu dalam kondisi stabil.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved