Berita Lampung
DPRD Lampung Tidak Ingin Tahun Ini Ada Hewan Kurban Terpapar Virus
DPRD Lampung mengingatkan agar momentum Idul Adha tahun ini tidak boleh dinodai peredaran hewan kurban yang sakit maupun terpapar virus.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, anggota DPRD Lampung menegaskan pentingnya memastikan kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak musiman.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki mengingatkan agar momentum Idul Adha tahun ini tidak boleh dinodai oleh peredaran hewan kurban yang sakit maupun terpapar virus.
Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pinggir jalan menjelang Idul Adha 1447 H.
Pria yang akrab disapa Abas ini mengingatkan dinas terkait agar tidak lengah terhadap potensi penyebaran penyakit menular pada ternak yang dijajakan secara musiman.
Abas menegaskan, kesehatan hewan kurban adalah hal mutlak yang harus dijamin oleh pemerintah demi keselamatan masyarakat.
"Jangan sampai hewan kurban yang dijual di lapak pinggir jalan terpapar virus seperti PMK (penyakit mulut dan kuku) atau penyakit lainnya yang membahayakan masyarakat," ujar Abas, Kamis (14/5/2026).
Politisi PKB ini mengatakan, selama ini fokus pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi lebih banyak menyasar sentra peternakan di desa-desa.
Namun, ketika hewan tersebut sudah dibawa ke kota dan dijual di lapak dadakan, pengawasannya cenderung melonggar.
Ia meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya di wilayah padat seperti Bandar Lampung, Metro, maupun wilayah lainnya.
"Lapak-lapak musiman itu harus didata dan di-tracking. Dari mana asal ternaknya, bagaimana kondisi kesehatannya, sampai kelayakan hewan sebelum dijual ke masyarakat," ujarnya.
Abas menilai, pengawasan di lapak justru memberikan keuntungan bagi petugas kesehatan hewan karena titik kumpul ternak lebih terlokalisasi.
Dengan pemeriksaan di Lapak, ia menyebut waktu akan lebih efisien lantaran petugas tidak perlu masuk ke pelosok kandang satu per satu.
Selain itu, ratusan hewan telah terkumpul di satu lapak juga akan memudahkan petugas dalam pengambilan sampel kesehatan secara terukur.
"Ini juga bisa membuat masyarakat yang membeli di pinggir jalan merasa lebih tenang kalau sudah ada stiker atau surat keterangan kesehatan hewan di lapak," jelasnya.
Terkait kondisi stok hewan kurban maupun vaksin, Abas menyebut bahwa ketersediaan hewan kurban lokal di Lampung saat ini dalam kondisi mencukupi.
| KSKP Bakauheni Lampung Selatan Gelar Pengajian dan Santuni Anak Yatim Piatu |
|
|---|
| Geger Penampakan Buaya Diduga di Merak Belantung Lampung Selatan |
|
|---|
| Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Honorer di Metro Lampung Tunggu Hasil Audit BPKP |
|
|---|
| Ratusan Bocah Lampung Bersaing di Lomba Panjat Tebing |
|
|---|
| Kondisi Pasar Turun, Pedagang Kurban di Lampung Getol Jajakan Hewan Kurban di Media Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-II-DPRD-Lampung-Ahmad-Basuki-Idul-Adha.jpg)