Berita Lampung
Jamu Pawon Bunda Jaky Hadirkan Jamu Tradisional dengan Sentuhan Kekinian
Giarti Rahayu, owner usaha jamu Pawon Bunda Jaky berhasil mempertahankan minuman herbal tradisional dengan sentuhan rasa yang lebih segar.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di tengah gempuran minuman modern yang merarajalela, seorang ibu muda dengan keahliannya membuat jamu tradisional yang bisa dinikmati berbagai kalangan.
Hal itu dibuktikan oleh Giarti Rahayu Ningsih (39), owner usaha jamu Pawon Bunda Jaky, yang berhasil mempertahankan minuman herbal tradisional dengan sentuhan rasa yang lebih segar dan kekinian.
Usaha ini ia bangun di 2022 berawal dari kegemarannya mengonsumsi jamu, akhirnya ia memberanikan diri untuk mencoba membuat jamu dan membagikan tester ke rekan-rekannya untuk mengkoreksi rasa jamu buatannya.
“Awalnya memang karena saya sendiri suka minum jamu. Terus ada permintaan dari adik dan teman-teman, akhirnya coba buka pre-order kecil-kecilan. Alhamdulillah responsnya bagus sampai akhirnya lanjut terus sampai sekarang,” ujarnya Jumat (15/5/2026).
Usaha yang telah berjalan sekitar tiga tahun itu ternyata lahir dari proses trial and error yang cukup singkat namun penuh pembelajaran.
“Kita selalu minta pendapat para costumer. Kalau ada yang kurang pas langsung diperbaiki lagi sampai ketemu rasa yang sekarang. Trial and error-nya sekitar satu bulan,” katanya.
Meski terlihat sederhana, menjaga konsistensi rasa menjadi tantangan terbesar dalam bisnis jamu tradisional milik Giarti.
Sebab seluruh bahan yang digunakan berasal dari alam tanpa bahan campuran lainnya yang kualitasnya bisa berubah sewaktu-waktu.
“Saya pernah gagal produksi karena gula aren yang saya pakai kurang bagus. Rasanya jadi berubah dan akhirnya nggak dijual. Rugi sekitar 20 botol waktu itu,” ungkapnya.
Sebab menurutnya lebih baik merugi daripada harus menurunkan kualitas jamu yang ia jual.
Kini, Pawon Bunda Jaky memiliki tiga varian jamu yakni kunyit asam, jahe JSR, dan beras kencur.
Dari ketiga produk tersebut, kunyit asam menjadi varian paling best seller dan diminati pelanggan baik mahasiswa maupun lansia.
“Kalau kunyit asam itu rasanya lebih segar dibanding yang lain, ada asem manisnya. Kita juga pakai asam Jawa asli, ditambah serai dan sedikit jahe jadi lebih fresh di badan,” jelasnya.
Sementara itu, beras kencur sengaja dibuat lebih manis dibanding varian lainnya agar disukai anak-anak.
Menurutnya, minuman beras kencur tersebut juga bermanfaat membantu meningkatkan nafsu makan makan yang sedang susah makan.
| Akademisi UIN RIL Nilai Wacana Jalan Berbayar Bentuk Pencarian Model Fiskal Baru |
|
|---|
| Sertu Erwanto Ubah Limbah Ikan Jadi Pupuk Organik di Lampung Tengah |
|
|---|
| Libur Nasional Disdukcapil Bandar Lampung Tetap Buka Layanan |
|
|---|
| Heri Jual Kambing Kurban Mulai Harga Rp 2,5 Juta, Pakai Medsos untuk Promosi |
|
|---|
| Warga Mujirahayu, Lampung Tengah Gotong Royong Cor Jalan Rusak Sepanjang 250 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Owner-jamu-Pawon-Bunda-Jaky.jpg)