Idul Adha 2026

Jelang Idul Adha, Peternak di Lampung Tengah Mengeluh Penjualan Sepi

Sepekan menjelang hari raya, para peternak kambing mengeluhkan anjloknya harga jual yang disertai dengan sepinya permintaan masyarakat. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
SEPI - Sukis, peternak kambing di Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, memberi pakan untuk hewan ternaknya, Selasa (19/5/2026). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Momentum hari raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 tidak lantas membawa berkah bagi para peternak lokal. 

Di Lampung Tengah, kondisi pasar hewan kurban justru menunjukkan tren kelesuan yang mendalam.

Sepekan menjelang hari raya, para peternak kambing mengeluhkan anjloknya harga jual yang disertai dengan sepinya permintaan masyarakat. 

Fenomena ini berbanding terbalik jika dibandingkan dengan dinamika musim kurban pada tahun-tahun sebelumnya.

Sukis, peternak kambing di Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, mengungkapkan bahwa lesunya pasar hewan ternak saat ini dipicu oleh dua faktor utama.

Faktor tersebut yaitu kalahnya daya saing dengan pasokan hewan ternak luar daerah dan penurunan daya beli masyarakat akibat gejolak ekonomi.

"Kalau di pasaran sih sekarang ini lagi turun, Mas. Enggak kayak tahun-tahun kemarin. Harga kalau di wilayah Lampung Tengah kayaknya menurun," ujar Sukis, Selasa (19/5/2026).

Menurut Sukis, penurunan harga kambing jantan siap kurban saat ini mencapai kisaran Rp 300 ribu per ekor dari harga normal tahun lalu.

Selain harga kambing jantan yang tertekan, Sukis menyebut kondisi pasar untuk kambing betina jauh lebih memprihatinkan dan tidak bergerak.

"Kalau masalah kambing betina juga hancur sekarang," tambah Sukis. 

Saat ini, kata dia, populasi ternak yang tersisa dan sulit terjual di kandang didominasi oleh kambing betina serta indukan.

Biasanya, beberapa pekan menjelang Idul Adha, aktivitas pemesanan hewan kurban dari agen maupun konsumen langsung sudah mengalami lonjakan tajam. 

Namun, lanjut dia, realita di lapangan tahun ini memaksa peternak gigit jari karena lapak-lapak pemesanan masih sepi.

Sukis menduga, salah satu penyebab sepinya pembeli lokal adalah karena banyaknya pasokan hewan ternak yang didatangkan dari luar wilayah Lampung, khususnya dari Pulau Jawa, yang masuk dengan harga lebih miring.

"Kalau untuk saat ini saya sepi, Mas. Ini karena apa ya, udah banyak yang nyetok (dari luar) mungkin ya. Kambing di wilayah Lampung kalah harga dengan kambing kiriman dari Pulau Jawa," ungkapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved