Idul Adha 2026

Hewan Kurban di Pesawaran Dipastikan Sehat Menjelang Idul Adha

Disnakbun Pesawaran memastikan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 berada dalam kondisi prima dan layak dikurbankan. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Disnakbun Pesawaran
PENGECEKAN - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Kabupaten Pesawaran saat memastikan kesehatan hewan kurban. 
Ringkasan Berita:
  • Disbunnak Pesawaran pastikan kesehatan hewan kurban Idul Adha 2026 prima. 
  • Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk bebas penyakit menular dan sesuai standar veteriner. 
  • Pengawasan berlangsung sejak hewan di peternakan hingga pascapemotongan, kata Kepala Disbunnak Arief Budiman.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Kabupaten Pesawaran memastikan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 berada dalam kondisi prima dan layak dikurbankan. 

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk menilai kesehatan hewan, memastikan bebas dari penyakit menular, dan memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner.

Kepala Disbunnak Kabupaten Pesawaran, Arief Budiman, menjelaskan pengawasan dilakukan sejak hewan masih di peternakan hingga pascapemotongan. 

“Secara umum, kondisi kesehatan hewan kurban di Kabupaten Pesawaran baik dan layak dijadikan hewan kurban. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan bebas penyakit menular serta memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariat,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Kamis (21/5/2026).

Untuk mendukung proses ini, Disbunnak menurunkan 62 petugas yang dibagi ke dalam lima tim, terdiri dari dokter hewan, paramedik veteriner, serta petugas lapangan dari UPTD wilayah 1, 2, 3, dan UPTD Kesehatan Hewan Kabupaten Pesawaran. 

Pemeriksaan berlangsung sejak 18 Mei hingga 2 Juni 2026 di 11 kecamatan. Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan kalung kartu sehat, sedangkan hewan sakit dipisahkan untuk perawatan hingga pulih.

Kabupaten Pesawaran memiliki sejumlah sentra peternakan yang menjadi pemasok utama hewan kurban, dengan Kecamatan Negeri Katon mencatat populasi sapi terbanyak, diikuti Tegineneng dan Gedong Tataan. 

Aktivitas penjualan hewan kurban meningkat seiring mendekatnya Idul Adha. Di beberapa lapak, sebagian besar sapi dan kambing sudah laku terjual, menunjukkan tingginya permintaan masyarakat.

Soal harga, Arief menyebut bervariasi tergantung jenis, ukuran, usia, dan kondisi ternak. 

Sapi dijual mulai Rp20 juta hingga Rp35 juta per ekor, sedangkan kambing dan domba dijual antara Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per ekor. 

“Harga masih dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan permintaan menjelang Hari Raya Iduladha,” tambahnya.

Arief juga mengingatkan masyarakat agar membeli hewan kurban yang telah diperiksa petugas berwenang, demi memastikan keamanan dan kualitas.

Dinas berharap pelaksanaan kurban tahun ini berjalan aman, sehat, dan tertib, serta menjamin produk hewan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved