Berita Lampung
Warga Senang Ruas Jalan Kalirejo–Pringsewu Akan Dicor
Pada proyek ruas Kalirejo–Pringsewu (Link 033), Pemprov Lampung melakukan preservasi jalan menggunakan rigid pavement atau beton cor.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Pemerintah Provinsi Lampung kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan dengan memulai groundbreaking ruas jalan Pringsewu–Kalirejo di Kabupaten Pringsewu, Kamis (21/5/2026).
Perbaikan jalan tersebut disambut antusias warga karena ruas itu selama ini menjadi akses utama masyarakat dan jalur penghubung aktivitas ekonomi.
Groundbreaking dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung M Taufiqullah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta masyarakat sekitar.
Pada proyek ruas Kalirejo–Pringsewu (Link 033), Pemprov Lampung melakukan preservasi jalan menggunakan rigid pavement atau beton cor sepanjang efektif 2,7 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp 23,9 miliar.
Ruas jalan tersebut memiliki total panjang sekitar 16,92 kilometer dengan target pengerjaan selama 180 hari kalender.
Jalan ini juga menjadi salah satu jalur padat kendaraan dengan lalu lintas mencapai sekitar 12 ribu unit per hari.
Di tengah acara groundbreaking, rasa syukur dan harapan datang dari warga sekitar.
Perbaikan jalan ruas Pringsewu–Kalirejo mendapat sambutan antusias dari warga. Menurut mereka, ruas jalan itu selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Sri, warga setempat, mengaku sudah lama menantikan perbaikan jalan tersebut.
Menurut Sri, kondisi jalan selama ini kerap menyulitkan masyarakat karena menjadi akses utama keluar masuk warga dari arah Kalirejo menuju Pringsewu.
“Iya, ini jalan utama keluar-masuk dari Kalirejo menuju Pringsewu. Tentunya sangat senang diperbaiki. Jalan ini ramai jadi kadang-kadang macet, kalau panas berdebu, kalau hujan becek dan licin,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Ia mengatakan, kondisi jalan semakin cepat rusak karena banyak dilalui kendaraan bermuatan besar.
Meski begitu, warga tetap menggantungkan aktivitas sehari-hari pada ruas jalan tersebut.
“Pengguna jalan juga banyak mobil-mobil muatan besar. Warga memang mengharapkan jalan yang bagus supaya lebih nyaman dan aman dilewati,” katanya.
Sri berharap pembangunan jalan tidak hanya dilakukan pada ruas utama, tetapi juga menyentuh jalan lingkungan hingga gang-gang permukiman yang banyak mengalami kerusakan.
“Semoga bukan cuma jalan utama saja yang dibangun, tapi jalan-jalan di gang juga diperhatikan karena sekarang sudah banyak yang berlubang,” harapnya.
Pembenahan Drainase
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pembangunan jalan tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga harus dibarengi pembenahan drainase agar kerusakan jalan tidak cepat terjadi.
Jihan pun mengenang saat melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).
“Saya dulu waktu KKN (kuliah kerja nyata) di Unila lewat jalan ini. Dulu jalannya rusak, dan salah satu penyebab utamanya karena drainase tidak baik. Air menggenang di badan jalan. Aspal itu musuhnya air. Kalau air parkir di jalan, jalan akan cepat berlubang dan rusak,” kata Jihan.
Ia meminta masyarakat ikut menjaga saluran irigasi dengan rutin membersihkan sedimentasi, sampah, rumput, maupun lumpur agar aliran air tetap lancar.
Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan juga harus memperhatikan keberadaan drainase.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menutup saluran air demi kebutuhan parkir atau pembangunan ruko tanpa sistem aliran air yang baik.
“Kalau irigasi ditutup untuk lahan parkir tanpa jalur air, itu tidak diperbolehkan. Drainase harus tetap berfungsi supaya jalan yang sudah dibangun bisa awet,” imbuhnya.
Jihan juga menyoroti kendaraan angkutan dengan muatan berlebih yang dinilai menjadi salah satu faktor kerusakan jalan, terutama kendaraan pengangkut hasil perkebunan dan industri seperti sawit dan singkong.
Ia meminta pemerintah daerah bersama pihak perusahaan melakukan sosialisasi terkait aturan kendaraan overdimension overloading (ODOL) agar jalan yang telah dibangun dapat bertahan lebih lama.
“Ruas ini merupakan jalur ekonomi penting penyangga Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah. Banyak kendaraan pengangkut hasil pertanian, sawit, singkong dan lainnya melintas di sini. Karena itu, harus dijaga bersama,” katanya.
Jihan menyebut tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu saat ini telah mencapai 87,86 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di Pringsewu mencapai kondisi mantap 100 persen pada 2029.
“Saya akan kawal sampai akhir 2029, insya Allah jalan provinsi di Pringsewu bisa mantap 100 persen,” tegasnya.
Tiga Paket
Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Lampung M Taufiqullah menjelaskan pada tahun anggaran 2026 terdapat tiga paket pekerjaan jalan di Kabupaten Pringsewu dengan total anggaran mencapai Rp 35,2 miliar.
Tiga paket pekerjaan tersebut meliputi preservasi ruas Kalirejo–Pringsewu, rekonstruksi ruas Pringsewu–Pardasuka, serta rehabilitasi ruas Pardasuka–Sukamara.
“Total penanganan sekitar 4,3 kilometer. Semua kabupaten sekarang disentuh pembangunan. Untuk Pringsewu, total anggarannya sekitar Rp 35 miliar,” kata Taufiqullah.
Ia menjelaskan, ruas Kalirejo–Pringsewu menjadi prioritas utama karena memiliki tingkat lalu lintas yang cukup tinggi. Volume kendaraan mencapai sekitar 12 ribu unit per hari.
Menurutnya, pembangunan rigid pavement dipilih agar jalan lebih kuat menahan beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.
“Rigid yang dibangun panjangnya 2,7 kilometer dengan lebar enam meter dan bahu jalan masing-masing satu meter menyesuaikan kondisi eksisting. Jalan ini memang padat kendaraan dan banyak dilalui angkutan berat,” jelas dia.
Selain ruas Kalirejo–Pringsewu, Pemprov Lampung juga melakukan rekonstruksi ruas Pringsewu–Pardasuka sepanjang 600 meter dengan anggaran Rp 5,7 miliar menggunakan rigid pavement.
Kemudian rehabilitasi ruas Pardasuka–Sukamara sepanjang 1 kilometer menggunakan flexible pavement atau hotmix dengan anggaran Rp 3,9 miliar.
Taufiqullah mengatakan, seluruh pekerjaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat.
Taufiqullah mengatakan, Pringsewu memiliki tiga ruas jalan provinsi dengan total panjang sekitar 40 kilometer, yakni ruas Pringsewu–Kalirejo, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara.
“Pringsewu ini ada tiga ruas, total panjangnya 40 kilometer. Kondisinya masih lumayan baik semua. Ini yang masih baik saja kita tingkatkan supaya selesai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas jalan dilakukan sebagai bagian dari rencana jangka panjang pemerintah provinsi menjadikan jalur tersebut sebagai lintas penghubung utama dari Pringsewu menuju Kotabumi.
Menurut Taufiqullah, saat seluruh ruas penghubung telah selesai diperbaiki, waktu tempuh perjalanan diperkirakan dapat berkurang signifikan.
“Kalau seluruh perbaikan selesai, perjalanan dari Pringsewu sampai Kotabumi yang biasanya sekitar tiga setengah jam bisa menjadi sekitar dua setengah jam,” jelasnya.
Selain mempercepat mobilitas, peningkatan jalan juga dilakukan melalui pelebaran badan jalan dari sekitar 4,5 meter menjadi enam meter, bahkan berpotensi mencapai delapan meter apabila kondisi lahan memungkinkan.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
Tribunlampung.co.id
Berita Lampung
perbaikan jalan
Jihan Nurlela
Umi Laila
Lampung
Kalirejo
Pringsewu
Multiangle
| Kebakaran Kantor Pekon di Tanggamus Lampung Gara-gara Kipas Angin |
|
|---|
| Lampung-Banten Resmi Jadi Tuan Rumah PON 2032 |
|
|---|
| Pemprov Lampung Hapus Pajak Progresif dan Denda, Berlaku Mulai 2 Juni 2026 |
|
|---|
| Redam Tensi Pilkakam PAW di Lamteng, Polisi Gunakan Pendekatan Adat Nemui Nyimah |
|
|---|
| Pegawai Koperasi Jadi Korban Begal di Terusan Nunyai Lampung Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Perbaikan-Jalan-di-Pringsewu-3.jpg)