Berita Lampung
2 Anak Harimau Sumatera Terus Dipantau, Divaksin hingga Dipasang Microchip
Pihak Taman Satwa Lembah Hijau menyebut kedua anak Harimau tersebut terus dilakukan pemantauan secara intensif.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Pada momen pemeriksaan itu pula, tim medis menanamkan teknologi identitas resmi berupa microchip ke dalam tubuh masing-masing anak harimau.
"Kami pasang ID microchip pada tiap individu. Fungsinya persis seperti KTP kalau di manusia. Jadi ke mana pun satwa ini pergi atau dipindahkan nantinya, nomor ID di dalam tubuhnya itu yang akan dipakai," imbuhnya.
Mengenai asupan makanan, drh. Rasyid menyebutkan bahwa pihak manajemen menerapkan metode mother-rearing atau membiarkan kedua anak harimau menyusu secara alami tanpa intervensi dot buatan.
"Mereka masih sama induknya karena kita menerapkan sistem ASI eksklusif sampai nanti bayinya bosan menyusu sendiri. Kalau merujuk literatur di alam liar, proses menyusu ini bisa sampai umur 2 tahun," kata drh. Rasyid.
Namun, drh. Rasyid memprediksi proses menyusu di penangkaran bisa selesai lebih cepat seiring dengan pengenalan pakan padat.
"Biasanya di usia 1,5 bulan mereka sudah mulai mengenali dan bisa makan daging sedikit-sedikit. Nah, semakin banyak porsi daging yang mereka makan nanti, otomatis frekuensi menyusunya akan berkurang dengan sendirinya," tambahnya.
Lebih lanjut, drh. Rasyid memastikan bahwa tingkah polah kedua anak Harimau yang aktif menjadi indikator kuat bahwa kondisi psikologis mereka sangat sehat dan bebas dari stres.
"Indikator perilaku atau psikologisnya itu sebenarnya mirip seperti kita manusia. Kalau mereka aktif, senang lompat sana-sini, main, dan guling-gulingan, artinya mereka tidak stres," kata drh. Rasyid.
Terkait masa depan jangka panjang Puspa dan Muli Sikop, pihak Lembah Hijau menyebut seluruh data rekam medis serta pemasangan mikrokontroler telah dilaporkan secara resmi kepada pihak Seksi Wilayah III BKSDA.
Pihak Lembah Hijau menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi mendukung program konservasi pemerintah.
"Harapan besar kami, karena ini adalah kelahiran pertama yang sangat bersejarah di Lembah Hijau, ke depan kedua bayi ini bisa tetap dikembangbiakkan di sini. Namun, sebagai lembaga konservasi, kami tentu menyerahkan keputusan ini dan siap mengikuti apa pun arahan resmi selanjutnya dari Kementerian Kehutanan," pungkas Irwan.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll dan PT Hakaaston Gelar Operasi Simpatik Mengantuk |
|
|---|
| Harga Singkong di Lampung Tembus Rp 2.050 per Kg, DPRD Sebut Patut Disyukuri |
|
|---|
| Hati-hati Akun TikTok Palsu Mengatasnamakan Kapolresta Bandar Lampung |
|
|---|
| Gubernur Mirza Bersyukur atas Kelahiran 2 Anak Harimau Sumatera 'Harapan Bagi Kelestarian' |
|
|---|
| 2 Anak Harimau Sumatera Puspa dan Muli Sikop Lahir dari Indukan Berkaki Tiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dua-anak-harimau-sumatera-sudah-divaksin.jpg)