Berita Lampung

Tol Lampung Bebas Macet, Skema Delay System Diusulkan Raih Penghargaan Presiden

Bebas macet horor! Sukses amankan arus mudik Lebaran 2026, skema delay system Tol Bakter Lampung diusulkan raih penghargaan dari Presiden.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi PT HKA
DIUSULKAN RAIH PENGHARGAAN - Foto ilustrasi, skema delay system selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) diusulkan memperoleh Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti. 

Ringkasan Berita:
  • Skema delay system mudik di Tol Bakter diusulkan dapat penghargaan Nugraha Sakanti.
  • Sistem dinilai sukses cegah kemacetan horor saat Lebaran 2026.
  • Tim Setmilpres turun langsung meninjau penerapan di lapangan.
  • Rekayasa lalu lintas melibatkan Polda Lampung, ASDP, Dishub & pengelola tol.
  • Delay system disebut efektif bikin arus mudik lebih lancar dan aman.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mimpi buruk kemacetan horor yang biasa menghantui para pemudik saat menyeberang dari Sumatera ke Jawa tampaknya berhasil dipatahkan pada musim mudik Lebaran 2026 ini.

Sukses besar menjaga kelancaran lalu lintas di Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), skema rekayasa delay system bentukan Polda Lampung kini dilirik oleh Istana dan diusulkan untuk menerima tanda kehormatan tertinggi, Nugraha Sakanti.

Usulan penghargaan bergengsi dari Presiden ini bukan tanpa alasan. Skema delay system atau sistem penyekatan berkala di beberapa rest area tol terbukti menjadi jurus paling ampuh dalam meredam ledakan volume kendaraan yang hendak menuju ke Pelabuhan Bakauheni saat puncak arus mudik dan balik kemarin.

Keberhasilan formula ini lahir berkat kerja keras dan kolaborasi lintas sektor yang solid antara Polda Lampung, pengelola Ruas Tol Bakter, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, dukungan personel BKO Korem 043/Garuda Hitam, serta ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni.

Sebagai langkah awal penilaian tanda kehormatan tersebut, tim Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) bahkan turun langsung melakukan survei dan peninjauan ke Rest Area KM 87 B Tol Bakter pada Jumat (22/5/2026).

Baca juga: 933.289 Kendaraan Masuk Tol Lampung selama Arus Mudik-Balik Lebaran 2026

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Biro Personel TNI–Polri Setmilpres, Brigjen TNI Fikri Ferdian, tak ragu melayangkan pujian setinggi langit atas efektivitas sistem penyekatan ini di lapangan. 

Uniknya, Fikri ternyata ikut merasakan langsung dampaknya sebagai seorang pemudik biasa.

"Pada periode mudik Lebaran tahun 2026, penerapan delay system di beberapa rest area yang ada di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar terbukti berhasil."

"Saya sendiri pulang mudik ke Lampung dan merasakan perjalanan yang sangat lancar, bahkan seperti tidak sedang mudik karena tidak ada kendala maupun kemacetan," ujar Fikri Ferdian blak-blakan.

Fikri menjelaskan, kedatangan tim Setmilpres ke Lampung ini bertujuan untuk memvalidasi langsung kesiapan infrastruktur di lapangan, memantau mekanisme koordinasi antarinstansi, hingga mengukur seberapa efektif penerapan delay system dalam menekan potensi kemacetan parah menuju gerbang pelabuhan.

Hasil pantauan di lapangan membuktikan bahwa sistem ini tidak hanya ampuh mengurai antrean panjang kendaraan, tetapi juga berhasil mendongkrak faktor keselamatan pengguna jalan serta memberikan kepastian waktu perjalanan bagi masyarakat.

Merespons usulan penghargaan tertinggi dari Presiden tersebut, Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, menegaskan komitmen penuh pihaknya untuk terus mengawal dan mendukung skema rekayasa lalu lintas ini bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai pengelola Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, kami siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan delay system. Langkah ini terbukti efektif menjaga kelancaran lalu lintas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, khususnya pada periode Lebaran,” ungkap I Wayan Mandia.

Ia membeberkan, selama momen mudik kemarin, pihak pengelola tol telah menyulap sejumlah fasilitas komersial menjadi titik penyekatan berkala. Beberapa lokasi strategis yang dijadikan zona delay system di antaranya adalah Rest Area KM 20 B, KM 33 B, KM 49 B, KM 67 B, dan Rest Area KM 87 B.

Sinergi apik antara aparat keamanan, operator jalan tol, instansi pemerintah daerah, dan ASDP ini dinilai menjadi standar baru dalam memberikan pelayanan mudik yang humanis sekaligus profesional bagi masyarakat luas.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved