Berita Lampung
BCF Siapkan Program Pendampingan BUMDes di Lampung, Bakal Rekrut Sarjana Muda
Bakrie Center Foundation (BCF) menyiapkan program pendampingan bagi Badan Usaha Milik Desa di Lampung.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
BCF menawarkan program pendampingan selama enam bulan dengan menempatkan tiga tenaga pendamping di setiap desa sasaran, terdiri dari dua lulusan perguruan tinggi dan satu pemuda lokal yang akan mendapatkan pelatihan intensif sebagai konsultan pengembangan desa.
Menurut Jimmy, program tersebut telah mendapatkan dukungan pendanaan dari Pupuk Indonesia dan akan dilaksanakan terlebih dahulu pada tiga lokasi pilot project nasional.
"Kami ingin memulai dari Lampung karena ekosistemnya sangat mendukung. Lampung memiliki potensi pertanian yang besar, dukungan pemerintah daerah yang kuat, dan kedekatan dengan berbagai mitra strategis," katanya.
Sementara Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menilai tantangan utama pembangunan desa saat ini bukan hanya meningkatkan produksi komoditas, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperkuat kelembagaan desa, dan membangun rantai pasok yang mampu menghubungkan potensi desa dengan pasar.
"Kita memiliki ribuan BUMDes, tetapi yang benar-benar tumbuh dan menghasilkan masih sangat sedikit. Karena itu, kita membutuhkan model yang bisa direplikasi, sebuah playbook yang mampu menjadikan BUMDes sebagai operator ekonomi desa," ujarnya.
Menurut Gubernur, Lampung saat ini tengah mendorong pembangunan ekosistem ekonomi desa berbasis komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, kakao, dan kelapa melalui berbagai intervensi, mulai dari pembangunan bed dryer, pelatihan vokasi, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, hingga peningkatan kapasitas pemuda desa.
Ia menegaskan keberadaan BUMDes menjadi kunci dalam mengoperasikan berbagai fasilitas ekonomi desa tersebut agar mampu memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.
"Program yang ditawarkan Bakrie Center Foundation sangat relevan karena salah satu kebutuhan utama kami saat ini adalah penguatan kelembagaan BUMDes. Infrastruktur dan program pengembangan ekonomi desa sudah berjalan, tinggal bagaimana BUMDes menjadi pengelola yang profesional," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan sejumlah capaian Program Desaku Maju yang telah diterapkan di puluhan desa, termasuk peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengeringan jagung dan gabah, pengembangan pakan ternak berbasis desa, hingga produksi tepung mocaf yang mulai digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung dan BCF sepakat melakukan identifikasi desa serta BUMDes potensial yang akan menjadi lokasi percontohan.
Program direncanakan mulai berjalan pada semester kedua tahun ini dengan target menghasilkan model pengembangan BUMDes yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Gubernur berharap kerja sama tersebut menjadi langkah awal lahirnya model pemberdayaan desa yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai contoh nasional dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.
"Kalau model ini berhasil, Lampung bisa menjadi role model nasional. Desa-desa kita tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Kejati Lampung Bangun Kesadaran Hukum Pelajar dengan Jaksa Masuk Sekolah |
|
|---|
| Remaja Baru Lulus SMA Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Sempat Koma 5 Hari |
|
|---|
| BTB Perkuat Pengelolaan Limbah di Rest Area KM 87A Tol Bakauheni–Terbanggi Besar |
|
|---|
| Motor Hilang di Bengkel, Ternyata Ditahan Perusahaan Pembiayaan |
|
|---|
| Posbakum ADIN Lampung dan BNN Edukasi Warga Pesawaran Soal Hukum dan Bahaya Narkotika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Bakrie-Center-Foundation-siapkan-pendampingan-bagi-BUMDes-di-Lampung.jpg)