Pembangunan Pabrik Bioetanol di Lampung

Lampung Jadi Pilot Project Bioetanol Nasional, Target Produksi 250 Ribu KL per Tahun

Target awal produksi bioetanol dari Lampung mencapai sekitar 240.000 hingga 250.000 kiloliter per tahun atau sekitar 10 persen kebutuhan nasional.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
PILOT PROJECT BIOETANOL - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, saat meninjau lokasi rencana pembangunan pabrik bioetanol di Lampung, Selasa (9/6/2026). Lampung jadi pilot project bioetanol nasional, target produksi 250 ribu KL per tahun. 

"Empat plan. Satu plan kapasitasnya 60.000 kiloliter per tahun," kata dia.

Dalam tahap pertama, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 21 hektare untuk pembangunan kawasan pabrik bioetanol.

Lokasi pabrik direncanakan berada di Desa Kota Agung Tegineneng Pesawaran, sementara kawasan penanaman sorgum akan memanfaatkan lahan register di sekitar Bandara Radin Inten II dan lahan milik PTPN Natar Lampung Selatan. 

"Dua-duanya. Kalau di sini nanti plant atau pabrik etanolnya. Sedangkan lahan di belakang bandara itu akan dimanfaatkan untuk penanaman sorgum dalam kerangka ketahanan energi," ujarnya.

Berdasarkan hasil perhitungan bersama Pertamina, Toyota Group dan REBIT Jepang, kebutuhan lahan sorgum untuk mendukung produksi bioetanol tersebut mencapai sekitar 24.000 hektare.

"Per plant kapasitas 60.000 kiloliter membutuhkan lahan sorgum sekitar 6.000 hektare. Jadi empat plant membutuhkan kurang lebih 24.000 hektare," jelas Todotua.

Ia menambahkan, bibit sorgum yang akan digunakan merupakan hasil riset yang telah dikembangkan bersama mitra Jepang dan akan segera didatangkan ke Lampung dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Pemerintah juga akan melakukan penanaman percontohan seluas sekitar 10 hektare sebelum pengembangan dalam skala besar dilakukan.

Menurut Todotua, kesiapan proyek saat ini sudah memasuki tahap konstruksi.

Pertamina disebut telah mengamankan teknologi yang akan digunakan dan melakukan pemesanan sejumlah peralatan utama.

"Teman-teman dari Pertamina secara teknologinya sudah didapatkan, sudah proof of concept, dan juga sudah melakukan order terhadap equipment pembangunan plant," katanya.

Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada Agustus atau September 2026 dengan waktu konstruksi sekitar 18 bulan.

Dengan demikian, fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2028 atau sebelum kebijakan mandatori E10 diterapkan secara nasional.

Selain mendukung ketahanan energi, proyek bioetanol tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Lampung.

Asisten ll perekonomian dan pembangunan anak Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan proyek ini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved