Berita Lampung

BPBD Pringsewu Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

BPBD) Pringsewu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Damkarmat Pringsewu
KEBAKARAN - Ilustrasi . BPBD Pringsewu Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Pringsewu siaga hadapi karhutla & kekeringan musim kemarau.
  • Risiko meningkat akibat curah hujan menurun & vegetasi mengering.
  • Wilayah rawan: Ambarawa, Banyumas, Gadingrejo, Pagelaran, Pardasuka, Sukoharjo.

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun ini.

Baca juga: Pengendara Mobil di Lampung Tak Kaget Harga Pertamax Naik, Berharap Bisa Turun Lagi

Kepala BPBD Kabupaten Pringsewu, Nang Abidin Hasan, menjelaskan bahwa berkurangnya curah hujan dan mengeringnya vegetasi menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah di Bumi Jejama Secancanan.

“Potensi karhutla meningkat saat musim kemarau. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wilayah yang sering terdampak antara lain Kecamatan Ambarawa, Banyumas, Gadingrejo, Pagelaran, Pardasuka, dan Sukoharjo,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Rabu (10/6/2026).

Selain itu, kondisi kekeringan di beberapa wilayah turut memperbesar risiko kebakaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Pringsewu telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta melakukan pemantauan di daerah-daerah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Nang Abidin menekankan bahwa sejumlah aktivitas manusia masih menjadi penyebab utama karhutla, seperti pembakaran lahan, pembakaran sampah yang tidak diawasi, serta kelalaian seperti membuang puntung rokok di area yang kering.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.

Warga juga diminta membersihkan lingkungan dari tumpukan bahan mudah terbakar dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Selain menghadapi ancaman karhutla, BPBD Pringsewu juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan.

Armada mobil pemadam beserta personel siap digunakan untuk membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak. 

Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah pekon, kecamatan, atau langsung ke BPBD Kabupaten Pringsewu, kemudian dilakukan verifikasi sebelum penyaluran bantuan.

Menurut Nang Abidin, prioritas bantuan air bersih akan diberikan kepada wilayah yang mengalami kesulitan paling serius dan memiliki jumlah warga terdampak cukup banyak. Wilayah yang menjadi perhatian saat terjadi kekeringan meliputi Kecamatan Banyumas, Gadingrejo, Pagelaran, Pagelaran Utara, Pardasuka, dan Pringsewu.

Ia menegaskan bahwa distribusi air bersih diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak.

Waktu respons penanganan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketersediaan armada, namun BPBD berupaya memberikan layanan secepat mungkin setelah laporan diterima dan diverifikasi.

BPBD juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak, serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Kami mengharapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan kekeringan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan terhindar dari bencana,” tutup Nang Abidin.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved